İçerik Kurallarımızı güncelledik.
Hikâyeleri güvenli bir şekilde paylaşmaya devam etmek için en güncel kuralları inceleyin.

Chapter 1

63 4 0
                                        

Malam penuh dengan kilauan Nampak seperti ribuan berlian, bertebaran diseluruh penjuru langit malam. Bulan pun ikut serta menemani bintang dan membuat malam ini menjadi jauh lebih indah.

Namun, malam ini sungguh sepi dan sunyi. Hanya dentigan sebuah lagu yang dimainkan oleh seragga malam. Ketenengan malam pun pecah ketika terdengar suara isak tangis dari seorang gadis kecil.

Hembusan sang angin malam turut serta membelai dengan lembut helai demi helai rambutnya. Gadis itu duduk sambil memeluk lututnya, menenggelamkan wajahnya diantara lipatan lututnya. Hanya suara isak tangis yang terdengar.

" ayah dimana? Hiks hiks hiks Hana takut sendiri dsini, Hana tidak tau ini dimana, kenapa ayah tinggalkan hana sendiri disini? Apa ayah juga akan meninggalkan hana sama seperti ibu dulu?". Isak hana. Ia terus saja bertanya pada keheningan malam yang tak mampu menjawab semua pertanyaannya.

Bulan yang tadinya tersenyum seakan ikut bersedih melihatnya menangis.

◊◊◊

Tak jauh dari tempat Hana berada, Nampak seorang anak laki-laki tengah berjalan dengan raut wajah yang masam. Nampaknya ada sedikit luka lebam pada pipi kanannya. Ia terus mengumpat sambil memegangi pipinya yang terasa perih.

" auch perih sekali, ayah kejam sekali menamparku tiga kali dipipi kanan. Padahal nilai itu kan masih lebih bagus dari yang sebelumnya". Omel youta tak jelas.

Ia terus melangkahkan kakinya sambil sesekali menendang kerikil yang ia lihat. Bulu kuduk Youta langsung berdiri ketika mendengar suara dari balik semak.

Youta repleks menghentikan langkahnya untuk mempertajam pendengrannya, berusaha membuktikan benar tidaknya suara yang ia dengar.

" s-su-suara apa itu, hii jangan-jangan hantu lagi". Ucapnya ketakutam, jantungnya berdetak dengan kencang, ia sangat ketakutan sampai-sampai kedua kakinya gemetaran. Keringat dingin bercucuran membanjiri kening dan juga pelipisnya.

Namun karna rasa penasaran yang seakan akan ingin meledak, Youta memberanikan diri untuk memeriksa asal suara yang ia dengar tadi.

Ia melangkah dan melangkah sambil menelan ludahnya berharap dapat meringankan rasa gugupnya. Suara itu semakin jelas ia dengar ketika ia sudah berada di balik semak semak asal dari suara itu berasal.
Ia berusaha mengintip dari celah dedaunan semak semak tersebut, kemudian youta menyipitkan matanya agar ia dapat melihat lebih jelas apa yang ada dibalik semak semak itu.

Ia sangat terkejut sampai terpingkal kebelakang. Nafasnya agak cepat. Ia mengelus elus dadanya sebentar. Lalu kembali melihat dari balik semak-semak.

Siapa itu yang sedang menangis sendiri ditengah malam

LOLILOLIPOPBağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin