"GUYSSSS PAK RUDI SANG GURU FISIKA YANG GANTENG KAYA BURUNG KAKAK TUA KEJEPIT GAK MASUK AYEAYY KITA BEBAS DARI PELAJARAN FISIKA EDAN BIN LAKNAT ITU!!" Teriakan cempreng itu milik gadis bernama Leonna Abela Vataro. Ia adalah troublemaker yang pintar tapi sangat payah dalam pelajaran fisika yang menurutnya edan bin laknat itu.
"Demi apa lo Bela? Guru itu gak masuk?" Tanya Adrian, sang ketua kelas yang juga tidak menyukai pelajaran fisika.
"Iya Dri, tadi gue sepik sepik lewat ruang guru terus gue intip gak ada Pak Rudi terus gue tanya ke Bu Dian katanya Pak Rudi udah cuti." Jelas Abela.
"Kalo dia cuti berarti ada yang gantiin dia ngajar dong." Ucap Sena lesu.
"Iya juga sih berarti gue harus cari cara biar gurunya kapok ngajar disini." Abela menaruh telunjuk dan jempolnya di dagunya sambil mengangguk anggukkan kepalanya seraya berpikir bagaimana caranya mengerjai calon guru fisikanya.
Abela adalah siswi yang pandai di sekolah itu, ia sering membawa piala dan penghargaan untuk sekolah itu. Tapi ada satu pelajaran yang sangat ia benci yaitu fisika yang menurutnya edan bin laknat itu. Ia selalu mencari cara agar guru yang mengajar di kelasnya merasa jengah dengan kelas itu.
Ia selalu mengerjai guru dan para murid dengan gerombolannya, yaitu Yova, Nadine dan Friska. Mereka adalah troublemaker yang paling terkenal di sekolah itu. Mereka sering dipanggil ke ruang BP karena banyaknya masalah yang sering mereka buat. Bahkan mereka juga pernah membuat beberapa guru keluar dari sekolah itu karena terlalu sering mereka kerjai.
Ceklek
Pintu kelas itu terbuka, masuklah kepala sekolah sekolah sekaligus pamannya Abela bersama seorang pria yang ditaksir umurnya sekitar 22 tahun. Ia berjalan mengekor dibelakang Benny, kepala sekolah sekaligus adik dari Peter.
Pria itu tampan, bahkan sangat tampan. Sampai-sampai semua siswi di kelas itu menjerit karena ketampanannya, tapi tidak dengan Abela, ia sedang membaca komik sambil mendengarkan musik. Jika seperti itu, berarti dia sedang mencari cara mengerjai seseorang, aneh memang, tapi itu adalah kenyataanya.
"Pagi anak-anak."
"Pagi Pak."
"Perkenalkan di sebelah saya adalah guru fisika kalian yang baru. Jangan berbuat macam-macam terhadapnya, terutama Abela. Abela? Abela?!" Abela masih tidak menyahut. Benny menggelengkan kepalanya melihat kelakuan keponakannya. Benny menghampiri Abela lalu melepas earphone yang masih nyangkut di telinga Abela dan menatapnya tajam tapi dihadiahi cengiran oleh Abela.
"Lagi ngapain Ela sayang?" Benny menekankan kata 'sayang' sambil mendelikkan matanya.
"Uncle ngapain disini? Kangen sama Ela ya? Ah lopyu pul deh." Abela mengedipkan sebelah matanya.
"Leonna Abela Vataro! Kamu denger apa yang saya sampein engga?" Geram Benny.
"Emm denger kok, pelajaran fisika dihapus dari dunia ini kan? Ayeaayyyy I feel free." Semua temannya tertawa mendengar ucapannya. Benny sekali lagi hanya menggelengkan kepalanya lelah menghadapi keponakan troublemaker tapi sangat disayanginya itu.
"Enak aja. Kamu itu g-..."
"Ett uncle jangan ngomel terus ya Ela yang denger aja capek gimana uncle yang ngomong, jadi Ela mau minggat dulu ya uncleku sayang." Abela mengecup pipi Benny lalu berjalan menuju pintu. Tiba-tiba ia berhenti disamping pria yang sedari tadi memperhatikan pertengkaran dua makhluk akstral bin gaib itu.
"Loh, anda siapa?" Abela mengerutkan keningnya.
"Saya Frans Demian Warren, guru fisika yang baru pengganti Pak Budi." Ucap pria itu sambil menekankan kata 'fisika'.
"WHAT?! UNCLEEE ELA GAK MAU TAU POKOKNYA PELAJARAN EDAN BIN LAKNAT BERNAMA FISIKA ITU HARUS DIHAPUSKAN DARI DUNIA INI!" Teriak Abela histeris.
"Astaga dulu Ony ngidam apa sih kok anaknya gini amat." Benny menggelengkan kepalanya sambil memijat pelipisnya.
TBC
Sebelumnya saya cuma mau bilang bagi yang tidak suka dengan cerita buatan saya, saya ingatkan pada kalian tidak usah berkomentar ataupun inbox di wp saya dan banyak bicara yang menurut saya tidak penting
Saya tidak pernah memaksa dan mengharuskan kalian menyukai karya saya. Lebih baik kalian yang tidak suka dengan cerita saya tidak usah membaca karena saya tidak suka dikomentari macam-macam
Anggaplah saya penulis sombong atau apapun terserah kalian karena saya tidak perduli.
Sekian.
YOU ARE READING
Mine
Teen FictionTernyata hanya karena obsesi tidak berguna anda itu? Oh! Selamat, anda sudah membuat saya jatuh sejatuh jatuhnya. -Leonna Abela Vataro- Murid trublemaker yang pandai dari semua bidang kecuali fisika? Bagaimana bisa? Aku harus bisa merubahnya, bagaim...
