Prolog

12 0 0
                                        

Entah berapa lama lagi aku akan hidup di dunia ini, dunia yang begitu kelam. Walaupun begitu, di dalam dunia itu, masih ada harapan yang bersinar.

Orang-orang yang mencintaiku, tanpa mengetahui nama dan wajah mereka lagi, menghilang bagaikan asap.

Aku yang dulu, juga, tampak buram.

Siapakah aku ?

Pertanyaan yang terus menerus terulang di kepalaku.

Aku mencoba untuk meraih langit, tapi aku tidak bisa. Tubuhku masih menempel pada bumi ini. Begitu juga dengan jiwaku yang tidak dapat meninggalkan tubuh ini.

Apakah itu aku ? Wajah yang terpantulkan di cermin yang datar.

Aku, tidak ingat apapun, terutama diriku sendiri.

Terlukiskan seorang dengan mata yang biru seperti laut dan rambut pendek berwarna putih, seputih salju.

Sudah agak lama aku menghabiskan waktu di depan cermin, sendirian di dalam sebuah ruangan yang disebut kamar.

Aku juga tidak yakin apakah ini kamarku atau bukan. Namun aku cukup nyaman dengan udara di dalam sini.

Ruangan yang terlihat cukup suram, dengan dekorasi yang sederhana, tidak terlihat seperti kamar anak perempuan ataupun laki-laki.

Kasurnya cukup empuk dan nyaman.

Entah mengapa itu membuatku mengantuk. Lampu yang menempel pada langit-langit mulai terlihat buram.

Selamat malam ?

I amWhere stories live. Discover now