Chapter 1 - Flashback

886 47 0
                                        

"Luhan sayang berhenti membuat adikmu menangis!" Teriak sang Omma yang selalu di buat bingung oleh kedua anaknya

"Tapi Omma ini seru .Tao yang menangis terlihat menggemaskan" balas luhan berteriak dan semakin gencar untuk menggoda sang adik.

"Huweee...Omma..hiks hiks Luhan hyung menyembunyikan boneka Panda Tao.hiks hiks.." adu Tao menghambur ke pelukan sang Omma yang sedang berjalan menghampiri kedua anaknya

"Tidak Omma ,Tao bohong Lulu tidak menyembunyikan boneka Tao, tapi justru Tao yang mengambil boneka rusa Lulu." Sanggah Luhan yang memanggil dirinya Lulu

"Tidak Omma Luhan hyung bohong .Tao meminjam boneka Luhan hyung bukan mengambilnya.." adu Tao masih terisak

"Tidak Omma Tao yang bohong"

"Sudah,sudah Omma pusing mendengar kalian bertengkar setiap hari, Luhan kembalikan boneka Tao,dan Tao kembalikan juga boneka Hyung kamu ,sekarang!" Perintah sang Omma

"Ne Omma" jawab keduanya

"Setelah itu ikut Omma keruang makan,sambil menunggu Appamu pulang Omma akan masak untuk makan nanti"

"Ne" jawab Luhan dan Tao bersamaan

Malam harinya..

"Appa pulang..." teriak sang appa

"Yeayy Appa sudah pulang .Omma Appa sudah pulang Lulu makan ne? Perut Lulu sudah protes dari tadi"

"Nanti Lulu sayang ,biar Appa mu mandi dulu, setelah itu baru makan"

"Ishh Omma tidak asyik.lihat perut Lulu protes lagi" protes Luhan sambil mempoutkan bibirnya.

"Aigoo..jagoan Appa kelaparan ternyata, tunggu sebentar ne Appa mandi dulu" ucap sang Appa sambil mengusak rambut kedua putranya.

"Ne, cepetan mandinya ya Appa" jawab Tao




15 menit kemudian ,

"Lulu sayang ,makanya pelan - pelan " ucap sang Appa yang melihat anaknya makan dengan lahapnya

"Iya Hyung. Makannya pelan-pelan ,nanti kalau Luhan hyung tersedak makan yang hyung kunyah masuk ke makanan Tao" cerocos Tao dengan polosnya.

"Yak Tao.isshh.."kesal Luhan yang hendak memukul sang adik tapi ditahan oleh sang Omma

"Hey..Lulu sayang kamu tidak boleh menyakiti adikmu,harusnya kamu melindungi bukan menyakiti. Mengerti??"

"Mengerti Omma" jawab luhan sambil melirik ke arah Tao yang sedang memeletkan lidahnya.

Sang Appa hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua anaknya.

Waktu berlalu tidak terasa kini Luhan dan Tao sudah masuk sekolah.keduanya bersekolah di sekolahan yang sama hanya berbeda tingkat. Luhan di kelas 2 dan Tao di kelas 1.

Luhan kini berdiri di depan gerbang seperti hari - hari sebelumnya menunggu Tao keluar dari kelasnya dan menunggu jemputan

"Haii hyung? Sudah lama menunggu? Tanya Tao sambil berlari menghampirinya

"Tidak lama, hyung juga baru sampai"

"Jemputannya belum datang ya hyung?"

"Iya ,mungkin telat" jawab Luhan.
Tepat setelah Luhan menjawabnya jemputan yang di tunggu datang

" maaf sayang,omma telat ,jalann macet tadi" teriak sang Omma di dalam mobilnya , tanpa di perintah Luhan dan Tao masuk ke mobil.

"Tumben Omma yang jemput,?" Tanya Tao

"Iya ,appa mu ada meeting dadakan jadi tidak bisa menjemput kalian berdua" jawab sang Omma sambil menjalankan mobilnya.

Mobil berjalan dengan tenang karena jalanan yang sepi,

"Omma Tao haus, belikan Tao minum ne??"

"Nanti saja di rumah ne??"

"Tapi Omma Tao haus", rengek Tao

"Aish..ya sudah Omma belikan minum dulu .Luhan jaga adikmu "

"Ne " jawab Luhan




.....

"Omma mana sih ,kok lama,hyung Omma mana? Masa beli minum dari tadi kok belum kesini"

"Sabar Tao-zi mungkin antri"

"Tapi hyung ,Tao kehausan dari tadi ,Tao susul Omma ne?" Jawab tao sambil berlari keluar mobil

"Jangan Tao bahaya!,"teriak Luhan sambil berlari menyusul Tao

Luhan celingak celinguk mencari Tao ,sampai matanya melihat Tao yang sedang berjalan menghampiri Ommanya

"Tao! "Luhan berteriak  memanggil Tao.

Sang Omma yang mendengar suara anaknya menoleh dan melihat kedua anaknya .Tao yang berjalan dan menghampirinya dan Luhan yang tengah berlari di tengah jalan .

"Luhan ,kembali kemobil bahaya sayang,"teriak sang Omma yang berlari ke arahnya di ikuti Tao di belakangnya.

Sang Omma melihat ke kanan dan kiri matanya melihat sebuah truk dengan kecepatan cepat melaju kearah anaknya,dengan sigap sang Omma berlari meniggalkan Tao

"Luhan awas!!" Teriak sang Omma sambil mendorong tubuh Luhan.
Di saat yang bersamaan truk yang melaju dengan kecepatan tinggi tadi menabrak tubuh sang Omma yang langsung terpental jauh .

"Ommaaa!!!" Teriak Tao yang melihat seluruh adegan di depannya dengan jelas.

Luhan yang setengah sadar langsung berlari kearah Ommanya yang sudah tidak sadarkan diri.

"Hyung.." panggil Tao yang kini sudah di sampingnya

"Omma..hyung..hiks hiks"

"Kau tidak apa - apa Tao??"tanya Luhan

"Ne,tapi Omma dan..KEPALAMU hyung!" Jawab Tao sambil berteriak melihat kepala Luhan yang keluar darah.

Luhan hanya tersenyum  kemudian berkata
"syukurlah.." setelah itu pingsan .
"HYUNG,OMMA!!!" teriak tao




















TBC
FOLLOW + VOTE + COMMENT 👌

I Want To Die, But I CantStories to obsess over. Discover now