1 - DIA

52 3 0
                                        

"Shafa! Lo tau?"

Tau? Tau apa sih, orang gue baru juga dateng ke kelas.

"Ardi pacaran sama Dessy,"kata Tiara.

"Ohh,"jawab gue santai.

Tunggu. Siapa tadi?

"ARDI PACARAN SAMA DESSY?"

Waks. Sakit. Ardi itu php dan Dessy itu tukang tikung!

"Sabar ya Shaf,"cicit Fabel.

"Ah gue mah kalem aelah."kata gue sambil santai duduk di sebelah bangku Anafabel.

"Muka boleh kalem tapi hati sakit deh keknya," sindir Tiara.

"Iya ah lo mah, jujur aja kali pot," kata Risa.

"Hih kagak lah yaw."

Padahal mah, IYA):

"Kalo gue jadi sapa mah gue labrak Dessy, bukannya lo deket sama Dessy ya dari awal masuk? Temen MOS lo kan Pot?"

Pot. Sepot. Sapa.

Dih nama gue bagus bagus dimelencengin aja! Kezel. Dasar Tiarot.

"Iya, temen MOS gue iya,"kata gue lalu mengambil headphone dan menggunakannya, menyetel lagu dan tidur dengan tangan terlipat dimeja.

Yah, asal kalian tahu, gue SAKIT.

Ardi itu firstlove gue lah ya, gue dulu benci banget sama dia gara-gara sering isengin gue, sama Dessy waktu MOS.

Dan setelah dia tembak gue kemarin malem, dan gue masih belum jawab, karna gue bingung mau nerima dia apa engga, terus pas gue masuk kelas ada berita Ardi pacaran sama Dessy? Wtf.

BRAK!!

"Jelek jelek!"seru gue.

Buset, gue kaget sodara sodara.

"Shafa, silahkan keluar dari kelas saya!" Seru miss Fara sambi menatap gue dengan tatapan super imut, maut maksudnya):

Gue berdiri, menatap Fabel. Fabel hanya memberi isyarat mata, bahwa nanti dia jelaskan. Oke, gue tunggu.

--

Author POV

"Parah gue parah, salah apa sih gue sampe dikeluarin dari jelas Miss Fara?" kata seorang gadis. Ia terus menerus bulak balik di depan pintu kelasnya, berharap Miss Fara-guru seninya membiarkannya dia masuk.

"Duhh masa gue bolak balik di sini aja sih," rutukknya kecil lalu duduk di bangku sebelah kelas. Dia menatap sekeliling.

Mata coklatnya tajam, namun tatapannya lembut. Ia ceria, riang, tak pernah terlihat sedih.

Ia berdiri, lalu mengikat rambut panjang kecoklatannya, dikucir kuda. Memasang headphone, menyakukan handphone nya lalu berjalan menuju tangga turun dan berlari lapangan basket.

--

Shafa POV

Gue melempar bola orange itu dan...

NICE SHOOT OMEGAT!

Kukejar bola basket itu, rambut gue berlenggak lenggok kesana kemari kena angin, lalu menggumamkan lagu yang sedang kudengarkan.

gue melempar bola, entah masuk atau ngga sih gue gapeduli, gue lalu larilari ketengah lapangan sambil narinari layak penari ballet dan nyanyi.

BODO AMAT SAMA POPULARITAS.

Murid murid lagi belajar kok yhe.

"Cause all i know is you said hello..
And your eyes look like coming home..
All i know is simple name..
Everything has changed.."

How Deep?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang