We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Prologue.

56 3 3
                                        


Aku melangkahkan kaki kecilku dengan anggun, menapakkan kakiku di ruangan berbatas batu ini, mengalihkan pandanganku ke luar jendela yang tertutup seuntai kain. Aku tak pernah menyentuh sedikitpun kain merah berdebu itu, aku terlalu takut melihat dunia. Takut akan terjadi penolakan besar.

Kembali melangkahkan kakiku menjauh dari jendela, aku membuat putaran-putaran kecil dari kaki mungilku ini. Aku terdiam menatap kakiku yang terus berputar, aku berharap akan menjadi penyihir besar seperti ayah. Tapi bahkan aku mendapat penolakan dari ayahku sendiri.

Andai semua orang tahu aku, tidak-mereka tidak akan bangga padaku tapi kabar burung mengenai 'Putri kerajaan penyihir bulan tidak dapat menggunakan sihir' yang akan tersebar, maka dari itu aku selalu menutup diriku. Aku bukan tidak ingin keluar dari ruangan kecil--kamarku sendiri. Tapi, aku terlalu takut menghadapi ratusan orang seperti ayah.

Aku belum siap menjadi putri, bahkan sekalipun aku siap aku takkan menjadi putri kerajaan. Dan aku tidak pernah tahu siapa diriku dan siapa ibuku, aku hanya tahu ayahku seorang raja dan aku putri yang terbuang..





Okey, ini genrenya fantasy gitu dan aku bener-bener masih belajar so bantu aku dengan vote dan comment dari kalian;)


De LuneStories to obsess over. Discover now