Seorang lelaki berusia kisaran 16 tahun sedang duduk dengan tenang dimeja belajarnya, laptopnya masih menyala menandakan sang empunya masih terjaga.
Lelaki itu sedang mencoba menulis surat-bisakah hasil tulisannya disebut surat?
Dia bukan lelaki dengan sisi romantisme, namun sisi lelaki yang penuh spontanitas.
Dia menyandungkan sebahagian dari lirik sebuah lagu Lucky-Jason Mraz.
Lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you, I promise you, I will
Lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
Dia akhirnya tersenyum menyelesaikan sepenggal dari lirik lagu itu dan juga menyelesaikan surat yang begitu absurd untuknya. Dia pun tak percaya itu adalah tulisan tangannya sendiri.
Dimeja itu ada fotonya dan gadisnya- Aurora. Sedang bersama seusai pentas seni Briar Rose di TK nya dan juga, foto mereka liburan bersama sama, juga foto promnight SMP nya, mereka bersama tidak ada kata pisah. Itu yang membuatnya kini tersenyum.
Entah apa maksud dari tulisan yang kini ia buat, tapi dia yakin surat itu pasti akan berguna nantinya.
Makin kesini
Memikat hati sampai ujungnya.
Makin mendekat
Melunakkan hati sampai kuatnya.
Kamu bagian terkuat.
Tapi juga bagian terapuh, serapuh yang ku tahu.
Kamu terlihat transparan
Tapi tak mudah tersentuh.
Waktu menjadi saksi sendu
Perjuanganku
Meski akhirnya kamu tidak tergapai
Bisakah nanti kamu bercerita tentangku,
Iya tentangku.
Pada anak-anakmu kelak
Bahwa ada seorang pria yang pernah berjuang untukmu.
Lalu bermimpi bisa berada diatap yang sama denganmu.
Tapi itu sebelum.
Sebelum akhirnya Dia Menyerah.
Terimakasih ini begitu indah.
Meski harus berakhir tidak bersamaku.
Salam yang mencintaimu.
Azkanio Devano Wiliam
Kertas putih gading itu dilipat dan dimasukkan dalam amplop maroon-warna favorite Aurora, Gadisnya.
- Lady sasa
[07/01•2016]✔
×××
A/N: Cerita Pertama, Perdana lagi. Huh selamat membaca semoga menarik hati dan minat.
YOU ARE READING
AURORA [COMPLETED]
Teen FictionSeorang gadis cantik yang terjebak di masa putih abu-abunya dalam ketidakpekaannya, Aurora. Azka selalu ada untuknya namun harus menerima kenyataan zona amannya harus tergeser akan keadaan Vino sang senior. Namun Tuhan telah menuliskan Takdir dengan...
![AURORA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/59278286-64-k614354.jpg)