One

152 3 0
                                        


"AHHHHHH... BUANG ATAU GUE BAKAL NGEBUNUH LO " pekik ku dipagi hari yang sebenarnya indah namun tidak untuk kali ini. DIA. Ya dia yang telah mengacaukan pagi ini. Dia siapa? Dia adalah orang menyebalkan sedunia yang pernah ada dan selalu megaktifkan otak jahatku untuk memusnahkannya dari dunia ini HAHAHAHA... Kejam? Bodo amat. Dan sekarang aku tengah berdiri di sudut kamarku sendiri dengan muka datar - walau sedikit gemetar - dan memandang tajam kearahnya.

" Dibuang? Nggak deh lagipula ini bisa gue pake buat ngebangunin kebo kayak lo. Udah cepat sana lo mandi klo lo gak mau telat dihari pertama lo masuk SMA " ujarnya sambil melangkah keluar. ARGHH ... orang itu. Tunggu! Jam berapa ini? shit I'm late.

***

" pagi - pagi kok udah manyun aja?" sapa papa yang hanya ku acuhkan. Aku sedang menatap buas makhluk yang ada didepanku saat ini.

" kok papa nanya gak dijawab?" tanya papa lagi , dan lagi - lagi nggak mendapat respon dari anak tercinta. Sedangkan makhluk menyebalkan satu ini hanya menatapku datar. Merasa tak kunjung mendapat jawaban dariku papa akhirnya diam.

"Rei, mulai hari ini Ray bakal tinggal disini untuk beberapa waktu" ujar mama dengan segelas susu coklat untukku. Otakku memproses semua kata - kata mama tadi makhluk menyebal- maksudku Ray akan tinggal disini tik.. tok.. tik.. tok..

"WHAT" aku terkejut dan otomatis susu yang tadi aku minum menyembur ke muka Ray. Aku sebenarnya ingin tertawa melihat mukanya yang terkena semprotan mautku tapi ini buka saatnya.

" lo bisa nggak sih minum tanpa pake acara nyemprot - nyemprot gini? Lo kira gue dedemit apa?" tukas Ray dengan wajah datarnya seperti biasa. Aku hanya diam tidak membalas omongannya yang ada di otakku sekarang adalah Ray - manusia super nyebelin - bakal nginap di rumah aku lagi. Lagi. Duh, kali ini kenapa lagi Ray harus nginap di rumah aku. Seakan mengerti pikiranku mama menjawab yang sedang ada di dalam pikiranku

"Orang tuanya Ray lagi perjalanan bisnis ke Eropa dan nggak tega ninggalin anak satu - satunya sendirian" Perjalanan bisnis? Kenapa nggak dibawa aja sekalian.

" mereka bukannya nggak mau membawa Ray , mereka hanya takut Ray bosan karena nggak punya teman untuk mengobrol lagipula Ray baru mau tahun ajaran baru" jelas mama yang lagi mengerti isi pikiranku. Well, aku sebenarnya kasian dengan Ray yang selalu di tinggal orang tuanya untuk melakukan perjalanan bisnis ke negara orang tapi kalau ingat tingkahnya duh.. rasa kasian bakal hilang deh. Percaya deh. Orang yang sedang dibicarakan hanya acuh tak acuh. Nyebelinkan?. Aku pun mulai memakan sarapanku dan berusaha untuk merelakan bahwa Ray akan tinggal bareng aku selama orang tuanya selesai melakukan perjalanan bisnis.

***

SMA Perdana Pekerti the most favorite high school yang sekarang menjadi sekolahku yang baru. Mungkin ini terlalu berlebihan tapi bener deh aku dari dulu sangat menginginkan belajar di sini. Perdana Pekerti termasuk sekolah favorit dan juga termasuk sekolah elit, bahkan baru gerbangnya saja sudah memukau. Dan kabarnya yang masuk ke sekolah ini hanya orang - orang elit. 'Berarti aku termasuk orang elit dong' gumamku hehehe..

" Biasa aja kali gak pernah masuk sekolah elit ya?" arghhh.. aku lupa ada satu makhluk menyebalkan di sampingku yang sekarang lagi komentar tentang ekspresiku yang sangat tidak elit - oke stop talking about elit. Aku tidak menghiraukan pertanyaannya barusan - lebih tepatnya ejekan - lantas melangkah menuju di koridor yang ramai ini. Kepalaku sibuk menoleh mencari kelas baruku, aha! Ini dia kelas X1. Aku menoleh, Ray masih saja berdiri di sampingku duh ini anak nggak ada kerjaan banget kayaknya sampai ngekor aku. " eh, lo nggak ada kerjaan ya? Dari tadi nguntit mulu cari kelas sendiri kek apa kek atau lo ngiri gue bisa masuk ke X1? " ujarku dengan bangganya dan seperti biasa Ray hanya menampilkan wajah datarnya.

" Pede lo gue juga di kelas ini kali. Dasar Miss Over PD" Hell! Saking excited aku nggak tahu bahwa Ray bakal sekelas denganku. Big NO!!!

***

Apakah separah itu sekelas denganku? Rei yang masih tidak mengira akan sekelas denganku berdiri terpaku di depan kelas. Aku menunggu respon selanjutnya dari Rei - yang masih setia terpaku - dengan menatap wajah bloon di depanku. "APA? LO SEKELAS BARENG GUE. GAK ADA KELAS LAGI APA HAH?" "gak usah pake tereak - tereak kenapa, gak malu apa lo jadi pusat perhatian hah?" aku bukannya menjawab malah mengahlikan pertanyaan Rei barusan

" Bagus kali gue jadi pusat perhatian biar gue famous. Eh , tadi lo belum jawab pertanyaan gue, kenapa lo bisa sekelas bareng gue gak ada kelas lagi gitu?" tanya Rei dengan mata penuh selidik. Aku hanya menghela napas dan menjawab pertanyaannya Rei.

" Pertama , ini kelas anak - anak pinter kayak gue. Kedua, anak pinter emang kelasnya harus di sini. Ketiga, karena gue pinter gue bisa masuk kelas ini, dan yang lo bilang gak ada kelas lain untuk gue jawabannya gak ada karena ini kelas khusus gue anak pinter." Jawabku. Rei hanya benggong mendengar jawabanku yang rumit itu - yang pada intinya kelas gue kelas unggulan. Melihat wajah Rei imut yang sedang bingung ini membuatku harus menahan senyum dan menahan untuk tidak mencubit pipinya seperti dulu.

***

Memperkenalkan diri termasuk hal yang paling kubenci karena aku harus menjadi pusat perhatian. Aku tidak seperti Rei yang sangat senang menjadi pusat perhatian, aku lebih suka menjadi orang yang tidak terlacak keberadaannya. Semua menatapku menunggu aku memperkenalkan diri, sedangkan Rei dia hanya menatap malas ke arahku tidak seperti gadis lain di kelas yang menatapku antusias. Aku menarik napas dan menghembuskan pelan. ' RAYAN' aku menulis besar - besar namaku di papan tulis, semua menatap takjub dengan apa yang aku lakukan.

" Itu nama gue. Kalau mau lengkap liat di absensi kelas aja" ujarku sambil berlalu ke tempat duduk. "Apa lagi?" tanyaku yang membuat semua orang kembali menatap ke depan.

" sekarang gilirannya Rei untuk maju ke depan" ujar pak Aji - wali kelasku - mempersilahkan Rei untuk memperkenalkan diri. Rei berdiri dengan antusias dan senyum lebar yang selalu ada di wajahnya mungilnya .

" Hai semua! Kenalin nama gue Reina Claudia Samantha, tapi kalian bisa panggil gue Reina atau Rei" ujar Rei dengan senyum manis yang membuat semua murid laki - laki menatap Rei tanpa berkedip. Sebenarnya, Rei termasuk cewek manis dengan wajah bulat dan senyum yang siapa saja akan ikut tersenyum. Dan kalau aku pun tidak mengetahui sifat dari Rei mungkin aku akan jatuh hati. Asal kalian tau dibalik wajah manisnya tersimpan sejuta kejahatan yang ada di dalam otak kecil Rei. Ini serius! Jadi aku harap berhati - hati lah .




Soul Mate?Where stories live. Discover now