Cathrine Hazescout POV
Suara dentuman sneakersku yang terdengar di sepanjang lorong kantor menambah kegaduhan, aku bergegas ke ruanganku dan menyambar tas ranselku dan segera mengunci ruangan. Aku berlari kearah pintu depan dengan kecepatan penuh, saat aku tiba di luar sebuah Lycan hitam elegan dengan wajah tampan menghias di jendela kursi pengemudi. Sayangnya wajah tampan itu di rusak dengan kekesalan yang sangat Nampak di wajahnya
"you're late baby" katanya dengan tatapan malas dan jengkel
"I know, I'm sorry" kataku sambil menghela nafas dan berjalan kearah kursi penumpang mobil itu
"kau tahu kali ini kau terlambat 2 menit 32 detik" katanya masih mengungkit keterlambatanku
"maaf, tasku tertinggal di ruanganku jadi aku harus kembali untuk mengambilnya" kataku pasrah
"baiklah kali ini aku akan mentolelir keterlambatanmu" katanya mengalah
'yah, selalu saja begitu' batinku
Inilah aku yang sekarang dan pria yang ada di sampingku sekarang ini adalah tunangan dan atasan tertinggiku, Raven Hazelwood. Awal menjadi tunangannya aku sangat bahagia karena dia sangat lembut dan baik, tapi lama kelamaan sifat aslinya muncul juga. Tapi bukan berarti aku sudah tidak mencintainya lagi, aku masih tetap mencintainya. Hanya berkurang kira-kira 0,9 persen, baiklah aku mengaku cintaku berkurang satu persen. Semenjak menjadi tunangannya dia mewajibkanku pulang tepat jam 5 PM tidak boleh terlambat sedetikpun atau dia akan memasang wajah super kesal, tetapi pada akhirnya dia akan mengalah juga. Jabatan serta tugasku tak ada yang berubah, hanya karena aku tunangannya. Lagipula tugasku sekarang sudah cukup membahagiakanku, tim elite C.I.A.
"kau sudah makan malam Shawty ?" tanyanya tiba-tiba
"uhmm... aku tidak lapar" kataku setengah berbohong
"baiklah kau ingin makan apa malam ini ?" tanyanya lagi
"sudah ku bilang aku tidak lapar" jawabku berkeras, aku harus tahu diri walaupun aku tunangannya dia tak boleh mengurusiku setiap hari
"sudahlah jangan berbohong, aku sudah mengenalmu kau masih mempertimbangkannya sebelum berkata tadi itu tandanya kau berbohong, baby" katanya sambil menyeringai kearahku
"baiklah aku mengaku aku lapar dan belum makan, tapi Raven kau tak perlu mengurusiku setiap hari aku masih punya gajiku sendiri" kataku mengalah
"tenanglah uangku tidak akan habis karena membiayaimu makan" katanya enteng
"baiklah, jangan salahkan aku jika kau jatuh miskin karena mengurusiku" kataku tersenyum penuh kemenangan
"itu tidak mungkin honey, kau ingin makan apa ?" katanya setengah tertawa
"hmm, sup jamur dan steak" kataku bersemangat
"baiklah aku tahu dimana tempat makan steak yang enak, tapi sup jamur...." Katanya tak meneruskan kata-katanya
"tak apa, aku bisa membuat sendiri sup jamur sesampainya di apartemenku" kataku menghiburnya
"baiklah aku temani kau belanja" katanya lagi
"hah ?! untuk apa ?" tanyaku terkejut
"aku bisa menebak kau tak punya bahan untuk di masak di apartemenmu dan kau pasti tak punya dapur yang lengkap. Ayo ke rumahku!"
"tapi.... Bagaimana kalau ayah dan ibumu ada di rumahmu ?" tanyaku panic
"itu lebih bagus. Tapi sayangnya aku tinggal sendiri"
"syukurlah... baiklah ayo belanja"
Raven mengarahkan mobil kearah sebuah super market super lengkap, kami tiba di supermarket itu dan segera masuk ke dalam. Aku mengambil troli belanjaan dan berjalan kearah tempat sayuran, Raven mengikutiku dari belakang. Aku mendekat dan memilih jamur yang akan aku masak, aku memilih jamur payung dan jamur kancing untuk di masak. Tapi Raven menolak dan menyuruhku membeli jamur shitake dan jamur tiram, karena dia tidak suka jamur pilihanku. Akhirnya kami bertengkar masalah jamur dan berusaha mempertahankan jamur pilihan kami masing-masing, akhirnya pertengkaran itu berakhir dengan hasil seri. Kami memutuskan mengambil keempat jenis jamur tersebut. Setelah memilih jamur kami berjalan kearah tempat penjualan daging, aku memilih daging yang memiliki teksture lembut agar mudah di masak. Setelah membeli bahan pokok masakan kami berpindah ke tempat bumbu dapur. Sepanjang pemilihan bumbu dapur kami bertengkar akan semua bumbu, aku memilih lada putih dan dia memilih lada hitam, aku memilih cabai merah dia memilih cabai hijau, dan masih banyak hal konyol yang kami pertengkarkan. Orang-orang kadang menertawakan pertengkaran konyol kami. Akhirnya tiba waktunya untuk membayar semuanya di kasir, ibu yang menjaga kasir itu tersenyum ramah kearahku dan raven
YOU ARE READING
Love In Action - Engaged In Francé
RomanceSetelah semua kejadian yang terjadi di Las Vegas, sekarang aku dan Raven resmi pacaran, Atau lebih tepatnya bertunangan. Aku masih tetap pada rutinitas biasaku tapi kali ini jadwalku lebih padat lagi karena aku harus membagi waktu untuk Raven. Cathr...
