Prolog

626 16 0
                                        

Cinta tumbuh karena terbiasa. Terbiasa di dekatnya. Terbiasa melihatnya. Terbiasa bersamanya. Saat suatu kebiasaan itu kemudian harus menghilang. Yang tersisa hanyalah perasaan rindu dan luka.
Seperti itulah yang kini dirasakannya. Tak bisa dipungkiri bila hatinya sudah terpaut olehnya. Dia memang bukan manusia yang sempurna, tapi ia mencintai semua kekurangannya.
Ia tahu benar hatinya tak lagi terisi oleh kekasihnya yang dulu, melainkan dirinya. Entah sejak kapan hatinya mulai berpaling, ia tak pernah menyadarinya. Yang ia tahu hanyalah ia mencintainya. Ia ingin tetap bersamanya.
Namun sayangnya semua sudah terlambat. Mereka harus segera kembali pada posisi mereka masing-masing seperti sebelumnya. Dan berpisah adalah satu-satunya jalan. Tak ada pilihan lain.
Setelah hari esok takkan ada lagi dirinya di dekatnya. Tak ada lagi pelukan hangat dan untaian kata romantis yang menggelikan baginya. Tak ada lagi sebutan 'Creamy Coffee' yang selalu dilontarkan olehnya sebagai panggilan sayang untuknya. Yang ada hanyalah mereka yang berjalan di jalan masing-masing.

Exchange Bride (On Going)Stories to obsess over. Discover now