Prolog 1

30 3 0
                                        

• Café Lalouille, London 2009

Kesakitanku bertambah pahit ketika harus aku akui…
Aku menahan rasa cintaku untukmu, namun…
Kau tetap ada

Cerita yang ia baca di sebuah situs web membuatnya mengingat sebuah lagu. Lagu itu terngiang dalam benak seorang perempuan berambut blonde bernama Lila, lagu lama yang pernah diputar dalam satu stasiun televisi di London.

Sangat menggambarkan isi hatinya, namun ia menolak untuk mendengarnya lagi.

“Untuk apa aku dengar? Hanya mengingatkanku kepada sebuah hal yang semu.” Ucapnya dengan lirih kepada seorang lelaki yang berada di hadapannya, dialah Marcell, seorang sahabat lelakinya sekaligus pendengar yang baik bagi Lila.

“Bukankah itu lagumu dengannya?” ujar Marcell membalas perkataan Lila.

“Apa yang penting dari sebuah lagu jika…” 

Belum sempat Lila meneruskan perkataannya, sesosok tegap dengan penampilan serba hitam memasuki Café dan menuju antrian pembelian.

Nafas dinginnya terlihat mengepul putih ditengah dinginnya cuaca saat itu. Kedatangannya membuat Lila terbata, siapa memang?

“Original Espresso” pesan lelaki itu kepada waitress yang berada di hadapannya.

Lelaki itu memejamkan matanya sejenak sembari mencium bebauan kopi yang tersebar dengan hangat di Café tersebut, sampai akhirnya ia membuka mata dan pandangannya terfokus kepada seseorang yang duduk di sudut ruangan, Lila.

Suasana senyap antara mereka berdua terpaut beberapa detik sebelum waitress memecahkannya dengan menyajikan segelas espresso hangat yang siap untuk dibawa oleh lelaki itu.

“Mata bulat itu…” batin Lila menggumam pelan saat melihat lelaki itu berlalu begitu saja tanpa menyapa.

“Cel, kau lihat siapa tadi?” tanya Lila kepada Marcell yang sedang memperhatikan ekspresi Lila.

“Ya, aku lihat Alan… Sosok yang baru saja kau ceritakan, speechless kah?” perkataan Marcell tidak membuat Lila berpikir terlalu keras.

"Tentu"

Satu kata yang dikeluarkan oleh Lila untuk menjawab segala keheningan yang ada.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 27, 2015 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Secangkir KopiWhere stories live. Discover now