01

217 12 0
                                        

Seorang gadis menatap prihatin sebuah benda terjatuh tak jauh dari tempat dia berdiri, tak jauh dari benda tersebut tergeletak sebuah tongkat pendek dengan lekukan kurang lebih 135°, benda yang tadinya berada ditangan gadis ini berakhir naas menghancurkan benda lain. Gadis ini menggambil tongkat dan merapikan kekacauan yang dilakukannya.

"Obe...." Gadis ini terperangah mendengar suara segera memasang wajah tak tau apa-apa, Orang tersebut menampilan ekspresi terkejut melihat benda yang dihancurkan gadis disebelahnya, nyali gadis ini menjadi ciut saat orang tersebut menatapnya tajam seolah berkata udah-bosan-hidup-lo?

"Gue kan udah pernah bilang jangan sentuh barang-barang gue" hardik pria tersebut, Pria tersebut berjongkok memunguti serpihan dari pecahan prakaryanya. Gadis ini meratapi kebodohannya, lagi-lagi gue ngacurin barang, ceroboh banget sih gue?

"Ma...maafin gue yo, gue gak segaja" Pria itu tidak menanggapi permintaan maaf gadis ini. tetapi gadis ini masih berusaha mengucapkan permintaan maaf yang ketiga kali. Wow, kemajuan setingkat, pria melihat sekilas kearah gadis tersebut kemudian beralih lagi keaktivitas memunguti pecahan prakaryanya seolah pecahan itu lebih menarik daripada menangapi gadis tersebut. Akhirnya gadis tersebut berjongkok sehingga tingginya sejajar dengan pria ini. "Yo, maafin gue ya" Pria ini masih diam, membuat gadis ini geram dan menangkup wajah pria ini sehingga tatapan mereka bertemu, pria ini menatap manik mata gadis berwarna biru safir "Lo kenapa sih diam terus, terserah deh lo mau maafin gue atau gak" Gadis ini menekan setiap perkataannya kemudian bangkit berdiri meninggalkan pria yang menautkan alisnya.

"Kok jadi dia yang marah?" Pria ini mengangkat bahu dan menerus pekerjaannya membereskan kekacauan yang ada.

>> >> >>

Dew's Music Store

Salah satu toko musik yang paling populer sudah berdiri sejak tahun 2005, bisa dibilang sudah 7 tahun berdiri. Seorang pria baru saja turun dari mobil berwarna silver miliknya, melangkah masuk kedalam toko tersebut.

Kling!

Bunyi bel saat toko di buka menandakan adanya pelangan masuk atau keluar, Vlori yang kebetulan penjaga toko tersenyum menatap seorang yang baru saja masuk. Sedangkan pria ini mengedarkan pandangan kepenjuru toko dan menyadari kalau seorang perempuan melambaikan tangan padanya.

"Tumben lo muncul san" Pria ini tersenyum canggung memposisikan diri duduk tepat berhadapan dengan vlori.

"Gue baru ada waktu, sibuk nyelesaikan laporan" Vlori manggut-manggut mendengar penjelasan pria tersebut.

"Jadi apa kesib..." Pria itu tertawa melihat wajah vlori yang ditekuk karna seorang pelanggan memangilnya dari sudut toko meminta bantuan. "Udah samperin vlo, ntar lo di pecat karna gak melayani pelanggan secara profesional" Vlori mendengus kesal kemudian berjalan ke tempat pelanggan tersebut.

"Dipecat pala lo, bentaran yah ntar kita sambung lagi " Pria itu mengganguk. Senyuman tipis terukir ketika melihat Vlori melayani pelangganya dengan ogah-ogahan, matanya menari liar mencari pemandangan menarik. Seorang perempuan terlihat mengengam beberapa buku, kelihatannya seperti menimbang mana yang lebih cocok—sesekali membaca sampul belakang buku, membaca kesimpulan atau melihat harga mungkin?. Tangan perempuan itu kembali menyusuri rak toko mengamati buku yang lebih menarik perhatiannya, mulutnya memaki ketika buku-buku dari genggamannya terlepas dan jatuh mengores kakinya. Pria ini menahan tawa menyaksikannya "Woi—Vlori sudah kembali dan menegur pria itu—"jadi lo nyari apa kesini?"

"gak nyari apa-apa, gue cuma nyamper cari hiburan" sahut pria ini dengan cepat.

"hiburan ya?—kayak mandangin cewek cantik di toko gue gitu?" dengus vlori ketika pria ini menanggapinya dengan tertawa.

DYSACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang