Halo! Ini cerita pertama aku di wattpad ini Ya.. dulu aku punya wattpad juga dan di situ juga ada cerita aku. Yaudah deh, malah curhat yaak :v Vote & Comment ya!
Senin. Hari yang paling memalaskan bagi semua pelajar. Termasuk juga Trisya. Ya, Trisya Devitha. Siswa SMA Betrand School.
"Panas banget gila!" Trisya mengusap mukanya yang merah terkena sinar matahari
"Yaudah sih Tris, nikmatin aja. Hidup itu harus dinikmati"
"Sok banget dah lo Al" Aldina Maura Braham, atau yang biasa dipanggil Al atau Dina, sahabat seperjuangan Trisya sejak SMP.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Tak sengaja, pandangan Trisya jatuh pada seseorang yang sebarisan dengannya. Dia, Andozi Devano. Trisya menyebutnya Deno. Moodbooster Trisya selama ini untuk semangat ke Sekolah. Klasik memang, tapi itulah kenyataannya.
...
Siang itu, seperti biasa. Kantin ramai oleh murid-murid yang berkeliaran. Tak terkecuali Trisya dan Aldina. Trisya sudah duduk manis dengan Siomay dihadapannya bersama Aldina.
"Siomay bu Siti emang paling top deh" ucap Aldina sambil mengacungkan dua jempolnya ke atas.
"Makan dulu abisin, jangan sambil ngomong!"
"Kenapa deh lo. Biasa juga gue gini lo biasa aja. Oh gue tau! Lo gak ada ketemu si Moodbooster lo itu ya?" Tuding Dina
"Udah kok tadi"
"Yee malah mesem-mesem dianya" Dina melanjutkan kembali aktifitasnya yang sempat tertunda tadi.
Trisya yang sedang berkutat dengan Hpnya terhenti karena seseorang- bukan seseorang, tapi sekelompok orang memasuki kantin.
"Aduh din! Moodbooster gue din! Gilaa kece banget" ucap Trisya dengan histeris melihat Andozi- Deno yang baru duduk di meja yang berada di pojok kantin.
"Iya iya Tris, jangan nyenggol-nyenggol gue juga kali. Ini tumpah nih siomay gue. Ah" gerutu Dina
"Maaf sih, gue kan reflek"
"Eh betewe, ntar sore temenin gue ke Salon yuk" ajak Dina setelah mengelap bibirnya dengan Tissue
"Dih males gue Al, nemenin lo ke salon itu buang-buang waktu gue. Mendingan gue nge-stalk sosmednya Deno kan"
"Yah al. Temenin aja yuk. Temenin perginya aja, nanti lo ke Toko buku atau kemana kek dulu. Gue males banget soalnya pergi sendiri"
"........" hening.
"Ya ya ya. Iya dong Tris. Kalo lo nemenin, gue doain lo dilirik sama siapa itu? Dena?"
"Deno, Din.."
"Nah itu deh. Ya ya ya"
"Iya iya, udah deh gak usah sok puppy eyes gitu. Jijik gue" ucap Trisya sambil menoyor pelan kepala Sahabatnya itu.