bab satu

116 3 3
                                        

Di pagi hari ini seorang gadis bernama April Harys sedang menyisir rambutnya. Saat ia melihat tangannya terkejutlah ia karena sangat banyak rambut yang terdapat disana hasil ia menyisir tadi. Semoga saja bukan hal yang buruk. Pikirnya.

"Bu... ibu."suara lembut April menginterupsi ibunya.

"Ya April, ada apa?" Sahut ibunya sembari mengaduk-aduk sup yang dimasak nya, karena saat ini ia sedang masak dan berada di dapur.

"Ibu, aku khawatir rambutku banyak sekali yang kusut. Ada apa denganku bu? Biasanya tidak seperti ini...?" Tanya April dengan wajah dan nada yang khawatir sekaligus panik.

"Tidak apa-apa April, mungkin saja kau terlalu kencang menyisir rambutmu." Jawab ibu April dengan nada setenang-tenangnya, agar anaknya tidak lagi khawatir.

"Ya,mungkin saja begitu. Tapi aku tetap khawatir bu... . Tadi aku tidak begitu kencang menyisir rambutku. Besok temani aku dokter ya bu?" Rujuk April kepada ibunya.

"Ya..ya baiklah nak ibu akan menemani mu ke dokter besok. Sekarang makan dulu yah, makanannya sudah matang."Kata ibunya.

☆☆

"Hei, Apy, selamat pagi." Panggil Liza kepada April dengan memanggil Apy, itu adalah nama panggilannya.

April menjawab, "Oh, hei Liza, pagi juga."

Lizaria Carlos itulah nama seseorang yang memanggil April tadi. Mereka bersahabat sejak lama dan satu kampus disini di Amerika University. Liza selain gadis yang baik ia juga cantik.

"Ehmmm, hari ini kenapa kau agak telat datangnya Apy?" Tanya Liza dengan ragu-ragu.

"Oh, itu...itu, tidak apa-apa hanya kesiangan." Jawab April dengan gelagapan dan tersenyum manis.
Tetapi beruntung Liza mempercayainya, karena kalau tidak ia pasti bertanya-tanya tentang kejadian tadi pagi. Dan Liza ia pun menjawab, "oh, baiklah."

☆☆

Empat mata kuliah hari ini cukup membuat April Harys sakit kepala, mungkin karena sebentar lagi ia akan mengadakan kelulusan, sehingga ia harus segera membuat skripsi untuk menandakan akhir dari kuliah nya disini. Menurutnya membuat skripsi tidak semudah membalik telapak tangan.

"I'm home!!!" teriak April yang menggema di seluruh penjuru ruangan rumah.

"Apakah pita suaramu itu tidak putus dari tempatnya April?" Tanya ibunya dengan geram bercampur kesal. April hanya menanggapinya dengan tertawa pelan.

Ia pun memasuki rumah sambil bertanya,
"Ibu...apakah ibu sudah menelfon dokter Johnson untuk mengadakan pertemuan?"

"Untuk apa?" Kata ibunya yang lupa akan kejadian tadi pagi.

"Untuk masalah yang tadi pagi." Jawab April menatap ibunya.

"Oh, maaf ibu lupa. Ibu sekarang akan menelpon dokter Johnson." Ucap ibu April.

"Oke."

Akhirnya April mendapatkan jawaban dari ibunya, kalau mereka bisa pergi besok siang. Kebetulan April besok juga tidak ada mata kuliah yang artinya ia libur kuliah. Dan ia akan tidur setelah mendapatkan jawaban dari ibunya itu.

☆☆

"Kemungkinan besar, anak ibu mengidap penyakit LEUKEMIA ..." Ujar dokter Johnson dengan suara beratnya.

Lily atau bisa disebut juga ibu dari April sedikit demi sedikit menitikan air matanya dengan pelan sementara April hanya diam terpaku mendengar dokter Johnson berbicara.
"Tapi kita akan tahu setelah mengetes sekali lagi apakah benar atau tidaknya penyakit tersebut, jadi tenanglah Mrs.Lily." Ucap dokter Johnson menenangkan dan memberikan senyum tipis.

Beautiful TodayHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora