Title: Trust Me [Chapter 5]
Author: Chocochans
Genre: romance, yaoi
Length: Chaptered
Cast:
- Kim Taehyung
- Jeon Jungkook
- Kim Seokjin
- Yoon Yuji (OC)
- other casts
Chapter 5: Kiss and Pet Name
***
"Kalian..."
Rahang Seokjin mengeras, tangannya mengepal. Memperlihatkan susunan urat nadi yang kini mulai menggembung terisi penuh oleh darah. Nampak sekali laki - laki itu menahan amarahnya hingga wajah dan telinganya sedikit memerah.
Taehyung menatap hyung-nya nanar. Jantungnya mulai berpacu. Mengantisipasi kalau - kalau hyung-nya akan meneriakinya detik itu juga. Atau yang lebih parah, Seokjin akan menjewer telinga Taehyung hingga memerah.
"H-hai."
Menyerah. Akhirnya Seokjin hanya memasang senyum dan menyapa keduanya. Meski batinnya saat ini seperti sedang terjadi sebuah tornado hebat yang memporak -porandakan apapun yang dilaluinya. Rasa penat membuat emosinya sedikit memburuk malam itu.
Tidak. Seokjin tidak ingin terlihat buruk di mata teman Taehyung. Ia tak ingin citranya jatuh jika ia langsung menunjukkan amarahnya. Sangat kekanakan -pikir Seokjin. "Kau teman Taehyung?" Tanya Seokjin pada si pemuda rambut hitam gelap.
Si pemuda tersenyum pada Seokjin. "Ah ne, hyung-nim. Namaku Jeon Jungkook. Senang bertemu dengan anda."
Seokjin mengangguk. "Jungkook ya? Aku Kim Seokjin. Oh ya, Taehyung sempat bilang padaku dia bertemu seseorang, apa yang dimaksud adalah kau? Dan jangan terlalu formal padaku. Aku merasa sangat tua." Seokjin terkekeh.
Taehyung hanya melihat keduanya secara bergantian dengan panik. Ia menggigit bibir bawahnya hingga bibirnya memutih. Entah sudah ke berapa kalinya perutnya terasa sangat melilit. Ia tak tahu harus bersikap bagaimana melihat Jungkook dan Seokjin yang bercakap - cakap dengan santai. Sangat berbeda dengan ekspresi ketika ia baru saja sampai di apartemen.
Melihat Seokjin yang berbicara pada Jungkook dengan santai seperti itu justru membuat Taehyung ingin ada badai salju sekali lagi yang membuatnya lenyap dari tempat itu, detik itu juga. Firasatnya mengatakan sesuatu yang tak baik akan terjadi.
"Tae, aku ingin mandi dulu. Dan nanti kita harus bicara." Ucap Seokjin pada Taehyung. "Maaf ya Jungkook, aku tinggal dulu." Tambahnya lalu tersenyum ramah pada Jungkook. Laki - laki itu kemudian berlalu menuju kamarnya.
Taehyung menatap punggung yang mulai menjauh itu. Punggung lebar yang selalu nampak nyaman untuknya bersandar sejenak. Melupakan sedikit kegundahan dalam hatinya, melepas sejenak segala beban yang dipikulnya.
Taehyung menghela nafas. Persis seperti dugaannya. Seokjin-ingin-berbicara-dengan-Kim-Taehyung. Dan itu tandanya -amat sangat- tidak baik. Mendapat tatapan mata dari Seokjin saja sudah membuat Taehyung mendelik. Seokjin sangat menyeramkan ketika marah, jika kalian ingin tahu.
Tapi jangan salah artikan menyeramkan sebagai meneriaki Taehyung, membentak Taehyung habis - habisan, menampar Taehyung, menjewer telinga Taehyung, atau yang paling parah membanting barang - barang yang ada di dekatnya. Itu bukan menyeramkan, itu anarkis.
Jungkook menepuk pundak Taehyung, "Hei, kau bilang hyung mu tidak suka jika temanmu berkunjung, apa aku adalah pengecualian?" Pemuda itu terkekeh.
Lagi, Taehyung menelan ludahnya bulat. Ia bahkan lupa jika Jungkook adalah bocah jenius yang mungkin punya IQ lebih dari 140. Dan sudah bisa dipastikan pemuda itu punya ingatan sangat baik.
