10.

4.5K 385 71
                                    

- Maybe last chap. Maybe? Please hear sad song. Please. -

" Hyung! Rumah siapa ni hyung? " Soal Sehun sambil matanya melihat sekeliling. Agak besar jugaklah rumah ini. Rumah ini untuk siapa ya?

" Rumah hyung. " Jawab Chanyeol lalu membuka kasut dan membuka pintu.

" Jaerin! Jaerin! " Panggil Chanyeol di dalam rumah. Dahi Sehun berkerut. Jaerin? Buat apa Jaerin kat rumah Chanyeol hyung? Fikirnya.

" Woi! Kau termenung apa tu? " Sergah Luhan lalu memeluk bahu Sehun. Sehun hanya mendiamkan diri sambil otaknya ligat memikir tentang Chanyeol dan Jaerin.

" Hunnie! Waeyo? " Soal Luhan lagi sambil jarinya mencucuk-cucuk pipi Sehun.

" Takda apa-apalah hyung. Tengah fikir je ni. " Balas Sehun sambil tersenyum.

" Fikir apa? Fikir nak lamar Minyoung? " Teka Luhan sambil menaikkan keningnya. Sehun menggeleng.

" Habis tu? "

" Jaerin dan Chanyeol hyung. "

--------------------------------------

Sehun sedang menonton televisyen. Tiba-tiba bulu romanya meremang. Sehun menoleh kepalanya ke kiri dan kanan.

" Aduh. Chanyeol hyung mana ni? Apahal bulu roma aku ni meremang. Oh Tuhan. Tolong lah aku. " Ujar Sehun sendirian. Dia kembali menonton tv meskipun dia berasa takut.

Tiba-tiba Sehun terdengar bunyi pintu terbuka dari arah atas. Sehun menelan air liur. Dan kembali lagi bunyi orang sedang menuruni tangga. Sehun menoleh kepalanya ke kanan perlahan-lahan.

Dan

" AHHHHHHHHHH!!!! "

-----------------------------------

" Sehun, apasal awak terkejut sangat ni? " Soal Eunbyeol kepada Sehun. Badan Sehun mengigil-gigil. Eunbyeol hanya menggeleng kepalanya melihat Sehun. Ada ke patut pengsan bila nampak wajah Eunbyeol. Haiyaa.

" Kami dah balik. " Ujar Chanyeol, Jaegyum, Jaerin dan Luhan. Mata mereka terpandang jasad Sehun yang sedang baring di atas sofa.

" Kenapa dengan Sehun tu? " Soal Chanyeol sambil meletakkan barang-barang di atas meja.

" Entahlah. Tadi saya turun lepastu Sehun terus pengsan. " Jawab Eunbyeol sambil mengusap rambut Jaerin. Chanyeol dan Luhan tergelak. Itu pun nak terkejut. Sehun. Sehun.

" Woi. Jan..Jangan lah ge..gelak! " Marah Sehun dengan mulutnya tergetar-getar.

" HAHAHAHAHHAA. " Chanyeol dan Luhan masih ketawa. Entah apa yang lucu.

" Chanyeol, awak dah beli barang apa yang saya suruh tadi? " Eunbyeol menanya Chanyeol. Chanyeol mengangguk lalu melabuhkan punggungnya di kaki Sehun.

" Okay. Jae, Rin tukar baju. And then bagi omma baju ni sebab omma nak basuh. " Jaegyum dan Jaerin mengangguk. Mereka berdua lalu naik ke atas untuk menukar baju. Begitu juga Chanyeol.

---------------------------------------

Pada malam itu. Eunbyeol terdengar perbualan Chanyeol dengan seseorang. Agak lama juga mereka berbual melalui telefon. Eunbyeol mengintai Chanyeol di celah-celah pintu tanpa pengetahuan Chanyeol.

' Nak intai aku ye? Ingat aku tak tau? ' Bisiknya sambil tersenyum nakal.

" Baaaa! " Sergah Chanyeol tiba-tiba. Eunbyeol terkejut. Dia mengurut dadanya sambil menjeling tajam Chanyeol.

" Awak intai saya ke? " Soal Chanyeol sambil tersenyum nakal.

" Mana ada! " Nafi Eunbyeol sambil menggeleng kepalanya berkali-kali. Chanyeol tersenyum. Diusapnya kepala Eunbyeol lembut. Eunbyeol terpaku. Dia hanya berdiri tegak sambil menundukkan kepalanya.

[COMPLETE]Misi Memikat Bekas Isteri [ CHANYEOL ]Where stories live. Discover now