Part II

81.8K 1.3K 87
                                    

Loura tengah sibuk menaburkan sedikit bedak dengan olesan lip balm di bibirnya. setelah wajahnya sudah sedikit terlihat segar, Loura segera menggendong tas kecilnya dan berjalan menuruni anak tangga untuk menuju ruang makan.

Dilihatnya Farah yang tengah sibuk menyiapkan beberapa roti tawar untuk sarapan, sedangkan Fandy yang sudah duduk manis seraya menatap istrinya itu.

"Pagi sayangnya bunda," sapa Farah seraya duduk di kursi makan.

"Pagi sayangnya papa," tambah Fandy.

"Pagi juga bun, pa," balas Loura seraya duduk di samping Farah.

"Bunda kamu semakin hari semakin cantik aja. Setuju gak sayang?" celetuk Fandy membuat Farah tersenyum malu, sedangkan Loura hanya berdehem dengan wajah menggoda.

"Cantikan juga Loura, pa. Iya kan bun?" Balas Loura tak mau kalah.

Farah mengangguk, sedangkan Fandy hanya tertawa kecil.

Keluarga kecil tersebut pun, menyantap sarapan bersama. Tidak membutuhkan waktu lama, mereka pun telah selesai sarapan bersama. Fandy segera mengantar anak tunggalnya itu menuju ke sekolah. Karena jam sudah menujukkan pukul 06.10 pagi.

"Hati-hati pa. Jangan ngebut- ngebut!" Ingat Farah saat suami dan anaknya sudah memasuki mobil.

"Nanti kalo papa ngebut, suruh tidur di luar ya bun?!" Celetuk Loura dan membuat Farah mengacungkan ibu jarinya, sedangkan Fandy hanya tersenyum.

"Nanti papa peluk siapa dong kalo tidurnya di luar?"

"Kan ada guling, sayang," kata Farah dengan nada menggoda.

"Peluk guling gak terasa, bun," celetuk Loura kembali.

"Tuh kamu peka, nak."

"Udah sana berangkat. Nanti Loura telat, kasian pa," tutur Farah, lalu keduanya mengucapkan salam dan mobil hitam itu melaju menjauhi perkarangan rumah.

***

Loura melangkahkan kakinya menuju kelas, melewati koridor sekolah yang telah ramai dengan para siswa yang tengah hilir mudik atau hanya berdiri di samping balkon.

Loura telah sampai di kelas, suasana kelas masih terlihat sepi. Biasanya pukul 7 kurang, baru berdatangan siswa yang masuk ke dalam kelas.

"Loura!" Panggil Tasya seraya melambaikan tangannya ke arah sahabat kecilnya itu.

Loura segera duduk, lalu meletakkan tasnya di bangku.

"Ada berita hot news nih! Lo mau tau gak?!" Seru Tasya dengan mata berbinar-binar.

Loura hanya menautkan kedua alisnya, karena tidak terlalu ingin tahu atau sekedar kepo tentang berita hangat di pagi hari ini.

"Ihh Loura. Gue serius tau. Lo beneran gak mau tau?" Kata Tasya kesal, melihat ekspresi Loura yang biasa-biasa saja.

"Emangnya ada berita apa di pagi hari ini, Tasy?" Tanya Loura seraya memandang wajah sahabatnya itu.

"Nah gitu dong," balas Tasya semangat. "Ada siswa baru di kelas kita!" Lanjut Tasya.

Loura menarik nafasnya panjang, lalu mengganti arah pandangannya menuju buku paket kimia yang sudah ada di atas meja sedaritadi.

"Lo tau gak, Ra?" Tanya Tasya yang masih mengungkit berita terbaru yang menurut Loura tidak penting sama sekali.

"Ihh Ra. Dengerin cerita gue dulu," oceh Tasya kesal.

Stevra [Completed] [Tahap Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang