Alarm handphone-ku berbunyi. Jam lima pagi, gumamku. Aku mendengar suara azan subuh. Langsung kuberanjak keluar kamar, pergi berwudhu ke kamar mandi.
"Tumben, bangun cepat," heran ibuku.
"Emangnya salah, ya," jawabku masih ngantuk.
"Tidak. Bagus kalau begitu," jawab ibu dengan senyuman.
Setelah kumenunaikan tugasku, aku duduk di atas ranjang, membenahi perangkat shalatku. Ada rasa aneh dalam hatiku. Seperti ada memori yang hilang. Aku mencoba untuk mengingatnya. Namun, nihil.
Aku bersegera merapikan tempat tidur, mandi dan sarapan pagi sebelum berangkat kembali ke sekolah.
"Asri, apa kamu mau sekolah sendirian di hari Minggu?" heran ibuku.
"Hah? Oh, iya! Sekarang hari Minggu! Lanjutin tidur, ah~"
"Bantu ibu di dapur!" marah ibuku.
"Maaf. Bercanda, kok, ibuku tercinta."
Aku kembali ke kamar, menukar baju dan membantu ibuku di dapur. Walau kebanyakan aku membantu dalam hal mencicipi.
"Suatu saat nanti, Asri ingin melanjutkan kuliah dan kerja di luar negeri, bu." Entah wangsit dari mana aku berpikir ingin kuliah ke luar negeri.
"Keinginanmu sangat tinggi. Tapi, berusahalah, nak." Tak kusangka ibu menyetujuinya dan memberiku semangat.
"Iya, bu. Akan selalu kuingat!" jawabku bersemangat.
'Akan selalu ku ingat?' Rasanya kata itu pernah kudengar, rasanya seperti déjà vu. Mungkin perasaanku saja.
Aku kembali membantu ibuku. Memandangi langit yang begitu cerah. Melihat awan yang putih, tiba-tiba saja bayangan seorang pria terlintas dari benakku. Tinggi, putih...seputih salju. Salju? Bahasa jepangnya kalau tidak salah...
Yuki?
YOU ARE READING
Turn to Dream [END]
FantasySaat membuka mata aku berada di suatu tempat yg tak kukenali. Yang membuatku heran seorang lelaki tampan mengakui dirinya sebagai pacarku dan memanggilku dengan nama "Mai", jelas itu bukan namaku!! Namun aku harus membantunya menangani sebuah kasus...
![Turn to Dream [END]](https://img.wattpad.com/cover/53530475-64-k505847.jpg)