Someone Pov.
"aku tidak menyangka kau akan datang secepat ini" dakota memberiku satu gelas air dan beberapa snack
"ya begitulah"
"Jadi kau telah pergi kerumahnya?" ucapan itu terlontar dari dakota setelah aku menceritakan kisah ku hari ini.
"ya, tetapi tuhan tidak mempertemukanku dengannya" aku mengambil snack yang berada dimeja.
"kau akan dipertemukan luke tetapi tidak untuk sekarang"
"em dakota bisahkah kau mendaftarkanku untuk bersekolah denganmu?" tanyaku
"nanti akan kuurus" dakota memakan chips yang ada pada gengamannya
"baiklah, em aku akan kekamar" aku berjalan kearah kamar ku yang bersebelahan dengan dakota. Ya aku tinggal bersama dakota diapartementnya, dia menyuruhku untuk tinggal bersamanya. padahal aku ingin sekali membeli rumah yang dekat dengan rumah fani agar aku bisa melihatnya setiap hari, tapi mengingat perkataan dakota saat ditelfon aku mengurungkan niat untuk membeli rumah.
"i'm miss you so badly fan" aku berbaring menatap langit langit kamar.
Should i've give up or should i just keep chasing pavements.
Aku mengambil earphone ku yang tergeletak, mencoba melelapkan diri dalam lantunan musik yang sengaja kuputar acak.
Tok tok..
Aku melepaskan earphone ku yang terpasang, "masuk tak kukunci"
"fani akan kesini jam 7 nanti dia akan mengajakku hangout, bersembunyilah luke. Kurasa kau belum bisa bertemu dengannya saat ini" ucap dakota yang hanya memunculkan wajahnya dipintu. "baiklah".
Dakota pun menutup kembali pintu kamarku. Setidaknya aku bisa melihatmu walaupun itu hanya sebentar saja fan.
aku melirik kearah jam dinding yang terpampang ditembok, sekarang waktu menunjukkan pukul 6.57 p.m berarti 3menit lagi aku akan melihat fani untuk pertama kalinya setelah kepindahan dia. aku mengingat ingat kembali masa dimana aku masih dengannya.
dimana dia selalu menyuruhku menemaninya, dimana dia selalu memintaku untuk mengajaknya berjalan jalan. dimana dia selalu membuatku tertawa, membuatku merasa menjadi lelaki yang beruntung mendapatkannya. tapi semua berubah berbalik 180 derajat. ya karena kejadian yang sangat tidak ingin kuingat lagi.
That should be me
Holdin' your hand
That should be me
Makin' you laugh
That should be me
This is so sad
That should be me
aku mulai mendengar dakota seperti sedang berbicara dengan seseorang, atau munngkin dia sedang berbicara dengan fani? oh tidak yayaya aku harus melihatnyaa. aku berjalan kearah pintu dan mulai memubukanya perlahan dan berjalan keluar, aku bersembunyi dibalik dinding yang mengarah keruang tengah apartement itu.
dan ya benar itu fani, dia sekarang berubah dia begitu cantik. but waitt, kurasa ada yang tidak beres dengannya. kulihat wajah fani yang tertekuk seperti itu, siapa yang berani membuatnya seeprti itu? siapa?
"hangout?" tanya dakota
"sebenarnya aku hanya membutuh kan teman" jawab fani
"ceritalah kepadaku"
"aku tidak tau harus memulai ini dari mana" aku melihat wajah fani yang terus terusan tertekuk
"kau bisa menceritakannya dari awal mungkin, walau pun itu sangat sangat panjang untuk diceritakan" ucap fani
"baiklah" fani menghembuskan nafasnya
aku memperbaiki posisi bersembunyi ku, dan brak!! siaal aku menjatuhkan sebuah toples plastik dan berhasil membuat fani melihat kearahku. aku segera lari dan masuk kekamar lalu mengunci pintu bersembunyi dibalik selimut. aku hanya berharap fani tidak benar benar melihatku.
****
YOU ARE READING
When You're GONE
Teen FictionTak kusangka kau akan kembali kepadaku lagi, setelah kau melakukan semua itu kepada ku Tapi kau menitipkan ini semua kepadaku. aku akan tetap mencintaimu dan menjaga titipan ini untukmu.
