Masa baru, lembar baru, rutinitas baru. Pembukaan pendaftaran penerimaan siswa/I Sekolah Menengah Pertama, aku dihadapkan dengan dua pilihan yakni memilih mendaftar ke SMPN 2 atau SMPN 4.
Pilihan ini diberikan karena orang tua dan keluarga merasa aku cukup mampu untuk diterima di SMP 2 yang merupakan sekolah favorit dan unggulan selain SMP 1 tapi karena kurang percaya diri dan alasan jarak rumah dengan sekolah agak jauh maka aku memutuskan untuk lanjut ke SMP 4 yang berada tidak jauh dari tempat tinggal. SMP kece coy!
Di tahun pertama sekolah, tidak ada yang special yang dapat dikatakan, selain pernah ada sedikit kesalahfahaman dengan teman sebaya yang ada dikelas VII-1 yang akhirnya berakhir dengan damai.
Menginjak kenaikan kelas VIII, ada perubahan yang kurasakan selain ditempatkan di kelas orang-orang yang cukup kompeten untuk bersaing secara akademik, aku juga sedikit mempermak rambut dan seragam yang kukenakan. Hahaha biar keliatan gaul ceritanya -,-!
Selain sebagai pelajar biasa, aku juga aktif mengikuti organisasi sekolah seperti OSIS dan PMR. Ekskul yang membuatku memiliki teman dari kelas lain karna sering menjadi pemimpin atau panitia di organisasi ini. Sok ya? Maafkan!
Kalau kelas VII, aku lebih condong dekat dan akrab dengan Lenny Afriany dan Diar Adiast Tuti, dikelas VIII aku akrab dan dekat dengan Eka Susilowati dan Aldila Putri serta Muh. Jafar yang merupakan teman dari kelas yang sama dikelas VII.
Dikelas VIII bangku SMP ini, aku merasakan apa yang biasa orang katakan dengan cinta monyet. Ternyata cinta monyet itu bener-bener ada tapi bukan berarti yang jatuh cinta ini monyet lho,haha
Well, pesona salah satu murid dikelas membawa "semangat" tersendiri dalam memulai pagi hingga menjelang waktu pulang sekolah. Semangat ini kadang memberi keceriaan di wajah, membuat jantung serasa berdetak lebih cepat, pingin tampil cantik dan bahkan salah tingkah. Selain itu juga membuat kita merasa cemburu ketika doi dekat dengan orang lain. Pesona ini yang membawa hingga aku menginjak kelas IX sebagai senior membawahi 2 tingkat.
Di jaman Putih Biru ini, masa mengenal lebih banyak tentang kebersamaan dan lingkungan ku dapatkan dikelas IX. Dimana aku di tempatkan dengan teman-teman baru yang mempunyai latar belakang yang beda serta kepribadian dan cara bergaul (dikelas sebelumnya jelas beda latar belakangnya namun kebanyakan anak-anaknya dominan rajin belajar).
Ya, anak-anak yang terkenal gaul ini merupakan teman sekelasku, teman-teman yang juga membuatku sedikit eksis karna kepopuleran mereka. Teman sebangku di kelas IX namanya Marsyaidah, dan beberapa teman lain yang juga merupakan teman dekat dan akrabku.
Guru-guru yang mengajar pada baik dan memanjakan kami. Di level ini, aku punya seorang adik angkat yang bernama Agus Safar Arini anak yang tomboy dan kuanggap seperti adikku sendiri. Status sebagai senior gak lama lagi akan hilang menjelang ujian nasional SMP. Seperti jaman SD, kami kerap mengikuti kelas tambahan dan kami pun antusias dan serius belajar demi meraih kelulusan dan sedikit menyinggung tentang aku, di kelas VII dan VIII aku tidak pernah mendapatkan peringkat namun di kelas IX, aku meraih peringkat 1 yang merupakan pencapaian yang memuaskan. Hahaha pamer! Tapi tidak bermaksud lho, hiks hiks
Setelah melewati hari-hari menegangkan, akhirnya hari pengumuman pun tiba dan Alhamdulillah aku berhasil masuk peringkat 5 besar di SMPku. Hal yang kuingat dari orang yang selalu menyayangi dan mendukungku adalah saat aku ingin mengikuti les diluar sekolah yang jaman itu lagi booming. Katanya gini "dimanapun kita belajar akan ada jalan bagi kita untuk belajar meskipun itu bukan di tempat les" (kalian bisa memberikan persepsi sendiri tapi menurutku yang dikatakan ini bener tergantung kita punya niat atau tidak untuk belajar sesuatu walaupun sebenarnya niat itu bisa timbul karena semangat yang mungkin bisa didapatkan dari tempat-tempat belajar berbiaya lainnya).
Ibu Susilowati, Ibu Susrimarni, Pak Sohib dan segenap jajaran guru yang pernah mengajar kami para bubuhan SMPN 4 Tarakan angkatan alumni 2009. Terima kasih atas perhatian, doa, dukungan serta kasih sayang yang bapak ibu berikan kepada kami. Juga buat para teman-teman terima kasih karena mengajarkan apa yang disebut perbedaan.
Kita berbeda bukan berarti kita harus dibedakan dan merasa berbeda karena perbedaan itulah kita menjadi tau apa yang disebut dengan bersatu/bersama.
Salam sayang untuk bubuhan SMP 4'09 :*
---------
Ngebosenin yak? Maafkan :(
Vomment please :*
YOU ARE READING
My Life My Walk My Story
Short StorySchool Story: Cerita ini tentang kisah yang aku alami selama sekolah. Daripada hilang ditelan waktu ada baiknya tertuang dalam tulisan ini yang nanti mungkin akan dibaca oleh calon bayi dari bayiku yang belum lahir. well, inilah cerita sekolahku.
