Part 8

120 11 0
                                        

Hai para readers, maaf sebelumnya yaa soalnya udah jarang update dikarenakan gue ngga ada inspirasi okee... yang penting kan udah gue lanjut nih yaaa.-. jadi don't be angry yeahhh hmmm...

---Kiki's Pov---
Tak ku sangka, Echa gadis hujan itu adalah Caca, putri hujanku yang selama 4 tahun belakangan ini ku cari.
Dia tak berubah, hanya saja dia sekarang lebih cantik & tinggi.

Tapi, Silvia... kenapa dia bisa bersahabat dengan caca? aku akan mencari tau.

Oya, Silvia, seorang gadis yang 5 tahun lalu menyatakan perasaannya padaku dan akar dari kecelakaan yang dialami caca. Aku masih mengingatnya dengan sangat jelas.

Caca sudah resmi menjadi pacarku. Aku bahagia, sangat.

Siang sudah berlalu dan bergantikan senja yang indah. Aku mengatar caca, putri hujanku pulang ke rumahnya.

"caa bangun" dengan lembut aku mengelus punggung tangannya yang masih melingkar di pinggangku.

Dia menggeliat. "engh.. aku dimana?" ucapnya polos. Astaga dia masih saja cantik padahal baru saja bangun dari tidurnya.

"dirumah sayang" lirihku sambil sedikit terkekeh.

Dia turun dari motor ku, dan aku mengikutinya turun.

"kamu mau masuk dulu?" ucapnya lembut sekali. hah berbeda sekali saat pertama kali aku masuk sekolah.

"boleh deh, aku haus" ucapku terkekeh.

Dia membuka pintu rumahnya dan membiarkan ku masuk. Aku duduk di ruang tengah, ah aku kangen sekali dengan rumahnya.

Nampan yang ia bawa, di taruh di atas meja depan mataku "ini minumnya" ucapnya yang langsung duduk di sampingku.

Aku meminumnya dengan sekali tenggakan. Jujur aku benar² haus sekali. "terimakasih" ucapnya lalu memeluk pinggangku mesra.

"apaan sih ki, lepas ah" ucapnya sambil memberontak.

Aku melepas pelukannya. "kenapa sih? kamu gendutan yak? kok kayaknya aku meluk kamu, empuk banget" upss. mampus. Caca paling ngga suka di bilang gendut. padahal badannya sudah ideal.

"APAAAA!!!?? MASA AKU GENDUTAN? SERIUSS? AHHH" teriaknya yang pasti akan membuat kupingku pengang. Aku akan ke dokter THT setelah ini.

Aku mengelus puncak kepalanya. "ngga kok sayang, badan kamu ideal byy" by? baby. itu maksudku.

"seriusan?? huahh bundaaa" ujarnya sambil merajuk.

"iyaa, kamu cantik sayang, udah ah jangan kayak anak kecil. kamu kalo di sekolah, tomboy banget padahal aslinya manja banget wkwk" cibirku sambil menyenggol bahunya.

"apaan sih._." ucapnya dengan pipi yang blushing wkwkwk.

---Caca's Pov---
"apaan sih._." ucapku dengan pipiku yang blushing. anjir. ini memalukan._.

"caa aku boleh nanya?" ucapnya yang merangkul bahuku.

"hmmm" gumamku pelan.

"kamu sahabatan sama Silvia udah berapa lama?" ucapnya dengan nada hati-hati.

UHUK! aku memuntahkan kembali air yang sudah ku minum lagi.

Aku mencoba mengingat, asal muasal bagaimana aku bisa bersahabat dengannya. "hmm... ntahlah aku belum bisa mengingatnya" ucapku dengan menundukkan kepalaku.

Dia mengusap puncak kepalaku -lagi- "tak apaa, jangan dipaksa" ucapnya lembut. "yaudah ya ca, aku pulang. mama udah nungguin aku di rumah" ucapnya sambil memelukku.

Rainy DayWhere stories live. Discover now