Kubuka jendela kamarku sembari kuhirup udara yang masih segar itu.
Perlahan kuturuni tangga kamar ku, iya kamarku terletak dilantai dua rumahku dan aku tidur bersama adik ku.
"Meli, cepat mandi ! Kamu ga mau telambat berangkat sekolah lagi kan !? " omel mama ku dari dapur sembari teriak teriak agar aku cepat mandi.
"Iya ma. Ini juga mau mandii -_- " balasku padanya yang sedang kewalahan menyiapkan sarapan.
Setelah mandi dan sarapan aku langsung berlari menuju mobil ayah sambil berteriak meminta pamit pada mama yang saat itu sedang berada di meja makan, membereskan bekas sarapan kami sekeluarga tadi .
"Mama, Meli berangkat dulu ya! Assalamualaikum"
"Waalaikumsallam, belajar yang rajin mel!" Teriak mama dari dalam rumah.
Hari ini ku lihat wajah ayah tak seperti biasanya, wajahnya lesu dan seperti tak bersemangat melakukan aktivitas yang biasa ia lakukan setiap hari. Hari ini juga aku tak melihat senyuman khas nya yang biasa ia berikan pada kami , saat akan menyantap sarapan pagi.
Ayahku senyam senyum begitu bukan karna ia gila -_-, tapi untuk memberikan semangat pada awal kita akan beraktivitas. 'Kalau kamu mengawali harimu dengan kebahagiaan, insya allah harimu akan bahagia' kata kata ayah itu selalu terngiang dalam pikiran ku.
'mengapa hari ini ayah tidak menunjukan senyumannya yang khas untuk mengawali hari ?' aku bicara sendiri didalam hati. Aku yakin ada sesuatu yang tidak beres dalam dirinya.
Setelah lama berbicara sendiri dalam hati, tanpa kusadari kami sudah sampai disekolahku dan Sarah. Kamipun berpamitan pada ayah.
"Ayah, Meli sama Sarah masuk kelas dulu ya, Assalamualaikum" pamit kami pada ayah sembari mencium tangan ayah.
"Iya nak, Waalaikumsallam"ucap ayah sembari masuk ke dalam mobil putih miliknya.
Aku berlari ke kelas ku dikelas 8A dekat ruang guru dan ruang UKS.
Sedangkan adikku Sarah berlari ke kelasnya di kelas 7H.
Suara bel sekolah berbunyi, menandakan dimulai nya jam pertama pelajaran dan masuk kelas. Aku baru sampai dikelas ketika bel berbunyi, aku lalu menyimpan tas di tempat dudukku. Aku duduk bersama Cinta sahabatku.
Cinta adalah anak yatim piatu yang kini diurus nenek nya. Ayah dan ibunya meninggal dalam kecelakaan tunggal satu tahun yang lalu.
Mobil ayah dan ibunya kehilangan kendali saat melewati tikungan tajam, dan akhirnya terperosok masuk ke jurang, Dan terbakar. Ayah dan ibunya ditemukan sudah tidak bernyawa didalam mobil yang sudah terbakar hangus.
Aku tidak bisa membayangkan Betapa sedih dan hancurnya hatiku bila Orang yang terbakar didalam mobil itu adalah Orangtuaku.
Aku tidak berani menyentuh, apalagi berbicara pada Cinta saat ia memegang foto kedua orang tuanya. Aku mengerti sedihnya ditinggal kedua orangtua yang saat kita sayangi, pada usia belia.
Meskipun ia anak yatim piatu tapi kegigihannya dalam belajar membuatku kagum. Hampir setiap tahun ia terpilih untuk mengikuti olimpiade MIPA disekolahku, dan hebatnya lagi ia selalu menang dalam olimpiade olimpiade MIPA yang ia ikuti.
YOU ARE READING
Everything Has Change
Short Storyaku tidak mengerti apa yang telah terjadi pada diriku.
