Elle memasuki kamarnya, mengambil handphone yang tergeletak diatas meja belajar dan membawanya bersama tubuhnya yang terhempas di atas kasur. Elle membuka pemutar musik dan memilih lagu Stitches milik Shawn Mendes yang akan dia dengarkan.
Alunan musik perlahan menyala, sang penyanyi memulai bernyanyi pada bait pertama.
I thought that I'd been hurt before,
But no ones ever left me quite this sore
Your words cut deeper than a knife
Musik dan lirik lagu itu berputar dalam telinganya, namun sebuah kata-kata terlintas sejenak dalam ingatannya "sebenernya tuh aku suka sama Abby". Elle mulai menggigiti bibirnya untuk menahan sesak.
Now I need someone to breathe me back to life.
Got a feeling that I'm going under, but I know that I'll make it out alive
If I quit calling you my lover and move on
You watch me bleed until I can't breathe. Shaking, falling on to my knees and know that,
I'm without your kisses,
I'll be needing Stitches
Badannya sekarang terasa amat lemas, serasa dia akan terhempas dan menumbruk sesuatu yang keras yang dapat menghancurkannya berkeping-keping. Air mata Elle mulai berlinang, lirik demi lirik dalam lagu itu membuatnya merasakan kembali apa yang seharusnya sudah ia lupakan.
Tripping over my self,
Aching, begging you to come help
Elle kemudian kembali mengingat saat Asa memeluknya, mengulurkan tangannya, mengucapkan sebuah kalimat yang membuatnya merasa menjadi seorang yang istimewa.
And know that, I'm without your kisses
I'll be needing Stitches
Kemudian, tetesan air dalam matanya mulai turun membasahi sarung bantal yang ia gunakan untuk menopang kepalanya. Hatinya menangis membenci perasaannya sendiri yang tak kunjung bisa melupakan Asa.
Seseorang membuka pintu kamar Elle dan mendapati Elle tengah menangis dengan sebuah handphone yang sedang memutar lagu.
"El" ujarnya sambil mendekati Elle.
Elle yang tertangkap tengah menangis itu buru-buru bangun dan mengusap air matanya.
Elle mengambil nafasnya. "Eh, Kak Dakota"
"Kamu kenapa? Denger lagu sampe nangis gitu,"
"Enggak kok, Kak. Siapa yang nangis," Elle kembali mengusap pipinya yang masih dipenuhi bekas air mata.
"Ada apa sih, El? Bawa perasaan amat deh kayaknya." Dakota duduk di sebelah Elle.
"Enggak kok, Kak"
"Cerita aja, ada masalah apa? Cowok?"
"Apaansih Kak, enggak papa kok Elle. Udah sana,"
"Kakak gak akan pergi sebelum kamu cerita." Kata Dakota kekeh. "Di putusin?"
"Di putusin siapa sih, Kak? Orang Elle gak pacaran sama siapa-siapa"
"Terus?"
"Ya gak papa"
"Cerita aja,"
Elle menghembuskan nafasnya. "Iya aku cerita. Menurut Kakak gimana sih rasanya suka sama seseorang selama 2 tahun ini dan saat udah deket sama dia terus dia malah bilang kalau dia suka sama sahabat sendiri dan minta untuk deketin dia sama sahabat kita itu?"
"Itu yang kamu alamin?"
"Um ... ya."
Dakota merangkul adiknya itu yang tengah menundukan kepalanya. "Terus kamu mau gak nurutin permintaannya itu?"
"Gak ada pilihan Kak. Aku udah terlanjur deket sama dia, kalau aku tolak, aku harus kasih alasan apa?"
"Kamu bantu dia aja dulu, sembari itu, kamu perlahan-lahan lupain dia. Mungkin itu pilihan yang tepat."
"Aku tau. Tapi melupakan seseorang gak semudah itu, Kak. Apalagi ini udah yang kedua kalinya. Yang pertama dia udah berhasil mengoyak hati aku sampe bener-bener hancur, dan yang sekarang ini udah bisa memperbaikinya dengan jahitan yang baru, tapi dia malah yang ngerusaknya lagi."
"Kamu harus perbaiki jahitan yang udah koyak itu lagi dengan jahitan yang baru yang lebih kuat. Jika kamu gak bisa perbaiki jahitan itu sendiri, minta orang lain untuk perbaiki jahitan itu. Cari orang lain yang mau memperbaiki jahitan itu."
"Maksudnya?"
"Kamu harus cari orang lain. Bukan pelarian. Tapi pergantian. Kamu jangan coba untuk tutup hati kamu. Biarin orang baru masuk dan menggeser orang yang dulu. Dan minta sama dia untuk perbaiki jahitan itu."
"Tapi kalau pada akhirnya aku tetep gak bisa lupain yang dulu dan malah ngecewain orang yang baru gimana, Kak?"
"Waktu yang akan menjawabnya, El. Intinya kamu cari orang lain dulu. Seiring berjalannya waktu, pasti kamu akan merasa lebih nyaman sama yang baru dan bisa lupain yang lama. Kamu cuma butuh banyak waktu, gak secepat itu memulihkan luka kamu."
"Makasih, Kak." Elle memeluk Dakota sembari memikirkan siapa orang yang dapat memperbaiki jahitannya itu.
***
Aduh ini cerita makin gajelas deh, maafkan aku yang lama banget update ini cerita, dan makasih yang masih setia nungguin updatenya..
Nifah xx
YOU ARE READING
Intermediary
Short StoryElle menyukai teman seangkatannya, Asa. Hingga suatu hari Asa meng-invite nya di Blackberry Messager. Apa maksud Asa selain mengajak Elle mengobrol di BBM? cute cover by xgerberx
