Si gadis , seorang manusia yang dilahirkan sempurna sifatnya.
Si gadis seorang yang sangat pentingkan Tuhan, keluarga dan juga pada semua umat manusia. Baginya semua manusia bersaudara. Senyum tentu saja pada semua.
Dia berhubungan baik dengan Tuhan juga manusia. Suka membantu insan kekurangan , suka berbakti kepada manusia , haiwan dan dia selalu bermonolog dengan Alam . Baginya alam adalah hidupnya. Senyum tawanya bergambaran alam. Sedihnya hujan , gembiranya sinar.
Sepertinya semua sukakannya perjalanan kehidupan si gadis, dia turut merasakan Tuhan juga redha pada kehidupannya . Bukti? Tuhan yang maha baik itu selalu permudahkan urusannya. Selalu menghantar yang baik-baik.
Tiba -tiba ....
Semuanya berubah saat dia lakukan satu kesilapan. Permintaannya ditolak. Hatinya sedih . Jiwanya parah. Jasadnya rebah.
Dia berubah. Berkali maaf dipinta .Baginya dia sudah lakukan yang terbaik untuk semua tetapi masih belum terpuaskan. Hampa.
Di satu waktu, saat dia di bawa sunyi .Dia cuba mencari diri sendiri yang hilang . Juga dirasakannya alam semakin menjauh darinya. Seakan merajuk padanya. Manusia yang dirasa bersaudara juga bisu diam tak berkata apa. Tuhan , betapa ini ujian maha dahsyat si gadis perlu hadapi.
Betapa lemasnya tertutup hijab dari sang Tuhan. Betapa lemasnya apabila merasa alam merajuk dengan dia. Betapa lemasnya berada diruang bingit yang sunyi.
Jasadnya lumpuh . Perjalanan kehidupannya rebah jatuh . Tuhan,apa aku mampu menemukanMu ? Bisik hati si gadis .
Bisik kata doa tak henti-henti dari bibir si gadis. Di ruang sunyi itu doa bagai teman sejati. Diulang-ulang lagi tanpa henti.
Semoga semuanya berbalik ke sediakala. Moga hatinya tak dikunci sepi dan hilang arah . Doa diulang ulang lagi. Meniti di bibir setiap hari.
Semoga dipermudahkan perjalanan si gadis. Matinya hati saat Tuhan tak rasa mendekati. Gemalai jasad laparnya roh tak terisi. Mohon hati, jangan mati.
