Bab 17

84 4 0
                                        

KEMAL NATHAWIJAYA
"Ngapain juga lo tau? Kalo entar sakit hati gimana?"

"Lo beneran suka sama Aldrian?"

Entah kenapa, pertanyaan itu terlontar begitu aja dari mulut gue. Walau sebenernya gue nggak tau kenapa gue bertanya begitu, tetap saja itu memancing rasa keingintahuan gue.

Gue memandang cewek mungil yang sekarang berada beberapa langkah di depan gue. Cewek dari puluhan cewek yang gue kenal. Tapi cuma dia yang bisa ngebuat efek besar buat gue sendiri. Entahlah. Dia cantik, dia rajin, dia baik terkecuali buat gue, dia lucu, tapi bukan itu yang menarik perhatian gue. Dan sekarang gue bener-bener bisa bilang kalo gue suka sama Bella. Dia satu-satunya cewek yang selalu bisa ngebuat jantung gue berdetak kencang.

"Menurut lo gue pacaran sama dia, tandanya gue suka apa nggak?" Bella balik bertanya.

Ya suka. Udah jelas banget lo suka sama dia. Dasar bego, ngapain pake gue nanya itu segala?

"Kenapa tiba-tiba lo nanya begitu?"

"Nggak kenapa-kenapa" jawab gue lalu duduk menyender tembok.

"Gue bingung deh sama lo, sebenernya lo itu..." Bella berjalan mendekat dan langsung duduk di samping gue, "Sebenernya lo itu siapanya Vania sih?"

Gue sedikit tersentak, "Temen. Kenapa? Lo cemburu ya?" gurau gue.

"Nggak, gue serius. Dia tuh siapa elo?" tanya Bella yang terlihat penasaran.

"Ya dia temen gue. Waktu itu dia pernah bilang kan kalo dulu dia juga pernah sekolah disini--"

"Dan dulu ternyata lo itu deket sama dia?" timpal Bella.

"Ya gitulah,"

"Gue nggak tau loh kalo dia pernah sekolah disini dan deket sama lo..."

"Ngapain juga lo tau? Kalo entar sakit hati gimana?"

Bella hanya memandangku sejenak, lalu ekspresinya berubah kesal sambil menjitak kepala gue, "Dasar playboy!"

Gue langsung tertawa, "Sekali lagi gue bukan playboy seperti yang sering lo bilang. Buktinya, lo pernah tau mantan gue siapa aja? Nggak kan? Karena gue emang belum pernah pacaran"

Bella melotot mendengarnya, seakan nggak percaya dengan kata-kata terakhir yang gue ucapin, "Se..serius lo?"

"Ya enggaklah, bodoh!" Gue langsung mencubit pipinya gemas. "Tapi asal lo tau aja, gue bukan playboy."

Bella mengelus-elus pipinya karena tadi gue cubit, "Gue nggak pernah liat lo deket sama cewek, jangan-jangan lo homo ya?" tanyanya dengan tatapan menyeledik.

Gue kembali mencubit pipinya sehingga membuat cewek itu memukul gue, "Oohh jadi menurut lo, lo itu cowok? Sekarang kan lo lagi deket sama gue..."

"Ehh--"

Gue membisikkan sesuatu pada telinga cewek itu, "Gue suka sama lo Bel"

Dan jelas aja, cewek itu langsung menoleh ke arah gue dengan ekspresi wajah kaget dan berubah jadi merah. Gue makin tertawa geli lalu membisikkan sesuatu lagi padanya, "Tapi gue boong, maaf ya"

"Apaan sih! Nggak lucu tau! Lo tau gue hampir mati kalo deket sama lo!" seru Bella sambil melipatkan tangan di dada.

"Siapa juga yang ngelawak? Lo kira gue lenong? Hahahaha! Bilang aja lo salting kan kalo gue godain??" goda gue sambil menunjuk-nunjuk cewek itu.

Wajah Bella bertambah merah, "Si..siapa juga yang salting! Elo kali yang salting! Buktinya gue nggak terpengaruh dengan tatapan 30 detik lo itu kan?" jelas Bella. Melihat gue yang tiba-tiba diam, dia langsung tertawa penuh kemenangan, "Nah! Sekarang siapa yang salting??"

A LoveshipWhere stories live. Discover now