Part 4

10 2 0
                                        

"Ah,....Di mana aku?Kenapa aku bisa..."Kata Hyeong Joon lemas.
"Sudahlah diam saja!Tadi kau pingsan.Sepertinya kau itu belum makan dari pagi, Ya?Ceroboh sekali, Sih!"kata X-cyte sambil memainkan laptopnya.
"Ah,...Iya!Maafkan aku, Ya!Tadi pagi karena terburu-buru, aku tidak sempat membawa uangku.Maaf, Ya, Aku sudah merepotkanmu!Aku harus pulang sekarang."Kata Hyeong Joon yang beranjak untuk bangun.
"Sudahlah!Hari ini kau menginap di sini saja!Tadi nona Makino sudah mengganti pakaianmu.Sekarang kau istirahatlah dulu!Aku akan segera menyuruh pelayan menyiapkan makanan untukmu!"Kata X-cyte sambil menekan nomor telepon kamar.
"Ah,..Sudahlah!Tidak usah!Aku bisa pulang, Kok!"Kata Hyeong Joon.
"Makino, segera antarkan 2 mangkuk sup ke kamar tamu, Ya!"Kata X-cyte yang sepertinya tidak menghiraukan perkataan Hyeong Joon.
"Tapi,..."Kata Hyeong Joon ragu.
"Sudahlah!Ini perintah!Temani aku makan malam.Kalau kau tidak mau, terpaksa kupotong gajimu."
"Ah,...Dia memang Kyouhei yang kukenal."Kata Hyeong Joon dalam hati sambil tersenyum.
Keesokan harinya ; di Tohouku Gakuen.
"Kyaa!Itu X-cyte!"Teriak anak-anak perempuan.
X-cyte pun keluar dari mobil.Begitu keluar dia langsung dikerubungi anak-anak perempuan seperti biasanya.Tapi,...Di mana Hyeong Joon?
"Uuh!Dasar anak itu!Perhitungan sekali, Sih!Kenapa juga aku harus berjalan kaki dari rumahnya ke sekolah!Biarpun dia menyuruhku naik taksi, tapi,...uangku, Kan, tertinggal di rumah!Huee,..."Gumam Hyeong Joon (yang sepertinya agak kelelahan) dalam hati.
"Selamat pagi Hyeong Joon!"Sapa Aki mengagetkan Hyeong Joon.
"Pagi juga, Aki!"Jawab Hyeong Joon dengan ramah.
"Wuaah!Seperti biasa, Ya!X-cyte selalu populer!"Kata Aki mengawali pembicaraan.
"Yah, begitulah!"Kata Hyeong Joon seraya tersenyum.
"Hyeong Joon manis, Ya!Aku jadi iri!"Kata Aki santai.
"A...Apa?Kau terlalu berlebihan, Ah!"Jawab Hyeong Joon yang tersipu-sipu mendengar perkataan Aki.
"Kemarin, kenapa kau tidak masuk sekolah?Lagipula kudengar X-cyte juga tidak masuk.Apa jangan-jangan kau...bersamanya?"Tanya Aki ingin tahu.
"Ah,...Itu memang benar!Kemarin aku harus menyiapkan pemotretannya di Osaka.Lalu setelah itu aku juga ikut ke tempat syutingnya."Jawab Hyeong Joon dengan wajah yang agak memerah.
"Oh, jadi, kemarin ceritanya kau kencan dengannya, Nih?"Tanya Aki sambil tersenyum nakal pada Hyeong Joon.
"Ah, Aki bisa saja!Ya, tidak, Lah!Aku ini, Kan, hanya asistennya!Lagipula walau nantinya aku harus pulang kembali ke Korea pun, aku tidak akan menyesal, karena aku sudah berhasil memenuhi keinginan terbesarku, yaitu menemui Kyouhei.Lagipula aku juga jadi bisa mengenal Aki, Kan?"Kata Hyeong Joon sambil tersenyum manis.
"A...Hyeong Joon!Kau itu benar-benar manis, Ya!Keterlaluan kalau sampai ada laki-laki yang menolakmu!Walau X-cyte orangnya sekali pun, tidak akan kumaafkan.Uuh,...coba kalau seandainya aku ini cowok, pasti aku akan langsung memintamu menjadi pacarku!"Goda Aki pada Hyeong Joon.
"Aki!Aku senang, Deh, bisa mengenal Aki dan menjadi teman Aki!Aku senang sekali!"Kata Hyeong Joon dengan senyum yang hangat.
"Ah,...Hyeong Joon!Aku juga senang bisa menjadi temanmu!"Jawab Aki seraya memeluk Hyeong Joon.
"Tapi,...kenapa, Sih, kau selalu menganggap X-cyte itu Kyouhei?"Tanya Aki lagi.
"Itu karena,...Kyouhei tetaplah Kyouhei dan lagipula yang kusukai itu Kyouhei.Bukan X-cyte!"Kata Hyeong Joon hangat.
"A...Hyeong Joon!Aku percaya padamu.Aku akan menunggumu membuktikan itu semua."Kata Aki seraya tersenyum hangat.
"Terima kasih, Ya, Aki!Tapi,...menurutku Aki juga manis, Kok!Suatu saat pasti akan ada juga seorang pangeran berkuda putih yang akan memintamu menjadi pasangan hidupnya."Jawab Hyeong Joon sambil tersenyum.
"Ah,...Benarkah?Aku pasti akan sangat tidak sabar menantikan itu!"Kata Aki lagi.
"Ha...ha...ha..."
Mereka pun tertawa bersama.Kemudian pelajaran pun berlangsung.Namun,...di tengah berlangsungnya pelajaran, lagi-lagi handphone Hyeong Joon pun berbunyi.
"Handphone siapa itu yang berbunyi?"Tanya Pak Hidekio, guru matematika Hyeong Joon yang terkenal galak.
"Ha...Halo!Hyeong Joon di sini."Bisik Hyeong Joon di telepon.
"Hei!Kutunggu 5 menit.Kalau kau tidak segera masuk ke mobil, akan kupotong gajimu!"
Lalu telepon pun terputus.Tapi,...
"Lee Hyeong Joon!Berani-beraninya kau memainkan handphonemu di kelas, Ya!"Bentak Pak Hidekio pada Hyeong Joon.
"A...Anu, Pak,...Tapi,...tapi saya harus...harus pergi!"Teriak Hyeong Joon sambil membawa tasnya keluar dan segera berlari masuk ke mobil X-cyte.
"Lee Hyeong Joon!Awas kau, Ya!Tak akan ada ampun lagi untuk anak pemalas sepertimu!"Teriak Pak Hidekio pada Hyeong Joon yang sudah berlari.
setelah Hyeong Joon naik, mobil BMW hitam milik X-cyte pun melesat.
"Aduh...Bagaimana ini!Bisa-bisa aku dibunuh oleh Pak Hidekio besok!Aduh!Bagaimana, Ya?"Gumam Hyeong Joon (dengan gelisah) dalam hati.
"Hei!Kenapa kau terlihat gelisah?Lagipula sepertinya kau selalu lupa dengan jadwalku, Ya?Sampai-sampai setiap kali akan berangkat aku harus meneleponmu terlebih dahulu!Itu menghambat waktuku, Tahu!"Kata X-cyte yang terlihat agak kesal.
"Ma...Maaf!Bukannya aku tidak bermaksud menghambat waktumu tapi,..."Kata Hyeong Joon ragu.
"Tapi kenapa lagi, Hah?"Bentak X-cyte pada Hyeong Joon.
"I...Itu karena aku tidak bisa menggunakan mini laptopku!Apalagi membaca e-mailmu!"Jawab Hyeong Joon dengan takut.
"Apa?Kau tidak bisa menggunakan laptop?Ya, ampun!Kau itu dari planet mana, Sih?Masa di jaman canggih seperti ini kau tidak bisa menggunakan laptop?"Tanya X-cyte kesal.
"Soalnya aku memang tidak pernah dibelikan barang semacam itu oleh orang tuaku!"Jawab Hyeong Joon tak mau kalah.
"Heh, kalau tahu begini jadinya, aku tidak akan menyuruhmu menjadi asistenku!Hem,...Baiklah kalau begitu!Wakamura!Batalkan jadwal pemotretanku hari ini!Sekarang kita putar arah ke Hibiky Land!"Kata X-cyte pada Wakamura.
"A...Baiklah!"Jawab Wakamura pasrah.
"Hibiky Land?Tempat apa itu?"Tanya Hyeong Joon heran.
"Aduh, Kau ini!Masa Hibiky Land saja tidak tahu!Hibiky Land itu pusat permainan alat elektronik, tahu!Sudahlah, kau diam saja!Pokoknya nanti aku akan mengajarimu memakai semua alat elektronik itu!"Kata X-cyte kesal.
"Uuh,...Dasar!Maklum saja, Kan, kalau aku tidak tahu!Aku ini, Kan, baru seminggu berada di Jepang!"Gumam Hyeong Joon dalam hati.
Tiba-tiba dia pun teringat sesuatu.
"Ah, Iya!"Kata Hyeong Joon mengagetkan X-cyte.
"Ada apa lagi, Sih?"Tanya X-cyte kesal.
"Anu,..tadi aku tiba-tiba pergi di tengah pelajaran Pak Hidekio.Aku takut besok dia akan mencekikku!"Kata Hyeong Joon sambil bersungut-sungut.
"Ha...ha...Kau ini lucu sekali!Tenang saja!Dia tidak akan berani mencekikmu!Dia itu, Kan, teman pamanku!Besok biar aku yang menjelaskannya.Sudahlah jangan berkata yang aneh-aneh lagi!Aku jadi geli mendengarnya!"Jawab X-cyte dengan santai.
"Fiuuh!Untunglah!Tapi,...anak ini begitu misterius, Ya!Dia selalu mengejutkanku!Setelah ini apalagi, Ya?Tapi,...aku rasa aku sudah puas hanya dengan ini."Gumam Hyeong Joon dalam hati sambil tersenyum manis.
Sesampainya mereka di Hibiky Land.
"Ayo cepat ikuti aku!"Kata X-cyte pada Hyeong Joon yang sedang terkagum-kagum.
"Ah,...Iya!Ta...Tapi...."Jawab Hyeong Joon ragu-ragu.
"Sudahlah, Ayo!"Kata X-cyte sambil menggandeng tangan Hyeong Joon yang sepertinya sedang tersipu-sipu.
Lalu X-cyte pun mengajari banyak hal pada Hyeong Joon di sana.Mulai dari cara mengoperasikan komputer bahkan menjalankan game di internet.
"Hei, ayo kita bertanding!Aku ingin mencoba kemampuanmu!"Kata X-cyte tiba-tiba.
"Bertanding?Maksudmu bertanding main game?"Tanya Hyeong Joon heran.
"Ya iya, Dong!Memangnya apa lagi!"Jawab X-cyte tidak sabar.
"Baiklah!Siapa takut!"Kata Hyeong Joon sambil tersenyum.
Setelah Hyeong Joon berkata demikian, entah mengapa wajah X-cyte sekilas terlihat tersipu-sipu.Tapi apa benar, Ya?
Setelah puas bermain, mereka pun akhirnya pulang.
"Huaah!Ternyata kau ini memang payah, Ya!Segitu saja sudah kalah!"Kata X-cyte sambil tersenyum mengejek.
"Huh, biar saja!Wajar saja, Dong!Aku, Kan, baru belajar!Lagipula Kyouhei sendiri seperti anak kecil saja, suka bermain game!"Sahut Hyeong Joon tak mau kalah.
"A...Itu,....Biar saja!Lagipula aku memang suka bermain game, Kok!"Jawab X-cyte dengan wajah yang agak memerah.
"Hhh,...Seperti bayanganku, Kyouhei itu sebenarnya memang baik, Ya!"Kata Hyeong Joon lagi seraya tersenyum pada X-cyte.
Melihat itu, wajah X-cyte pun kembali memerah, sekilas, Sih!
"Sudah, Ah!Ayo kita pulang!Tapi sebelum pulang kutraktir kau makan.Kau mau makan apa?"Tanya X-cyte tiba-tiba.
"Ah, yang benar, Nih?Tidak kau potong dari gajiku, Kan?"Kata Hyeong Joon balik bertanya.
"Iya iya!Tapi untuk kali ini saja, Lho!Lain kali akan kupotong dari gajimu!"Sahut X-cyte lagi.
"Benar, Ya?Kalau begitu aku mau...."

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 11, 2015 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

My Only One (My Love... is Your Miracle)Where stories live. Discover now