Tik tok tik tok.
Detik demi detik berlalu. Rintik hujan perlahan mulai turun. Namun, aku masih setia menunggu. Menunggunya di sini seperti yang dia minta, walau aku yakin dia tidak akan datang. Hatiku bersikeras agar aku tetap menunggu, tetapi di lain sisi, otakku memaksaku pergi dari sini dan berhenti menunggunya. But that's the way it is. Brain never agrees with heart. Situasi seperti inilah yang sempat aku alami dulu; berada dalam sebuah dilema, tak bisa benar-benar menentukan pilihan, yang akhirnya membuatku salah langkah dan segalanya berubah.
Tetapi kali ini, aku yakin tidak akan salah pilih lagi.
YOU ARE READING
Dilemma
Teen FictionMemilih memang sulit. Tapi bukankah jauh lebih sulit kalau yang dipilih ternyata juga harus memilih?
