bab 1

69 13 2
                                        

Malam itu, rumah lelang dipenuhi orang-orang yang datang dengan tujuan masing-masing.

Sebagian datang untuk membeli benda yang sudah mereka incar sejak lama.

Sebagian lainnya datang hanya untuk melihat-lihat.

Dan Baye?

Baye datang karena penasaran.

Itu saja.

Setidaknya, begitu alasan yang ia berikan ketika Xiao Yu bertanya kenapa ia begitu ingin datang malam ini.

"Katanya benda yang dilelang malam ini langka," kata Baye sambil menatap bangunan besar di hadapannya.

Xiao Yu menghela napas.

"Terus?"

"Penasaran."

"Cuma karena itu?"

Baye mengangguk.

"Kalau sudah tahu langka, memangnya tidak boleh lihat?"

"Boleh. Tapi jangan membuat masalah."

Baye menoleh dengan wajah tidak terima.

"Aku?"

"Iya. Kau."

Baye tampak tersinggung.

"Aku tidak pernah membuat masalah."

Bai Ying yang berdiri di samping Xiao Yu langsung tertawa kecil.

"Kalimat itu justru membuatku khawatir."

Baye mengabaikannya.

Matanya sudah tertuju pada pintu masuk rumah lelang.

Beberapa orang berdiri di sana dengan pakaian rapi. Para petugas memeriksa undangan sebelum membiarkan tamu masuk.

Baye ikut mengantre.

───

Di dalam gedung, Baye semakin sulit diajak kembali.

Setiap beberapa langkah, selalu ada benda baru yang menarik perhatiannya.

Lukisan.

Perhiasan.

Pedang tua.

Kotak kayu.

Sebuah patung kecil.

Semuanya membuat Baye berhenti.

"Baye."

"Hm?"

"Kita mau masuk ke ruang utama."

"Iya."

Baye menjawab sambil tetap memperhatikan sebuah kotak kaca.

"Baye."

"Iya."

"Jangan tertinggal."

"Iya."

Lima detik kemudian-

"Baye!"

"Aku di sini!"

Xiao Yu memijat pelipis.

Bai Ying hanya tertawa.

Pemuda itu memang tidak pernah benar-benar bisa berjalan lurus kalau ada sesuatu yang menarik perhatiannya.

Sampai akhirnya Baye melihat pintu menuju ruang lelang utama.

Matanya langsung berbinar.

"Aku masuk duluan yaaa, byeee."

"Tunggu-"

Troublemaker Milik Si NonchalantStories to obsess over. Discover now