Prolog

47 5 0
                                        

Kehidupan SMA yang Tenang

Ada banyak hal yang kuharapkan dari kehidupan SMA. Aku ingin mendapatkan teman. Aku ingin mencoba hal-hal baru. Aku ingin menemukan tempat yang nyaman untuk membaca buku setelah jam pelajaran selesai. Dan, kalau memungkinkan, aku ingin menjalani semuanya dengan tenang.

Namaku Azusa Sora, dan hari ini adalah hari pertamaku sebagai siswi SMA.

"Ah..."

Aku berdiri di depan gerbang besar Akademi Seiran sambil menatap bangunan sekolah di hadapanku. Seragam baru terasa sedikit aneh di tubuhku. Rok yang masih terlalu rapi, blazer yang belum terbiasa kupakai, dan sepatu yang rasanya masih terlalu kaku.

Semuanya terasa baru.

Bahkan suasana di sekitarku pun berbeda. Puluhan siswa berjalan melewati gerbang. Beberapa datang bersama teman-temannya, sebagian berbicara dengan penuh semangat, sementara yang lain terlihat sama gugupnya denganku.

Aku tersenyum kecil.

"Sepertinya ramai..."

Sebenarnya aku suka suasana seperti ini. Melihat banyak orang tersenyum, mendengar percakapan yang saling bersahutan, dan merasakan semangat dari orang-orang yang baru memulai sesuatu.

Aku cukup pandai terlihat seperti seseorang yang menikmati keramaian.

Masalahnya, aku juga tahu batas diriku sendiri.

Terlalu banyak berbicara, terlalu lama berada di tengah banyak orang, atau terlalu banyak interaksi dalam waktu singkat, semuanya perlahan menghabiskan energiku.

Orang mungkin akan menganggapku sebagai gadis yang mudah bergaul. Padahal sebenarnya, setelah menghabiskan beberapa jam bersama banyak orang, aku biasanya hanya ingin pulang, masuk kamar, menutup pintu, lalu membaca novel tanpa berbicara dengan siapa pun.

Bukan berarti aku membenci orang lain.

Aku hanya... butuh waktu untuk diriku sendiri.

"Yah, setidaknya hari ini aku harus berusaha."

Aku menarik napas panjang.

Hari pertama.

Aku tidak boleh terlalu memikirkannya.

Aku melangkah melewati gerbang.

---

Aku mengikuti petunjuk yang diberikan sekolah sampai menemukan gedung utama. Koridor dipenuhi siswa baru yang sibuk mencari kelas masing-masing.

Aku melihat secarik kertas di tanganku.

Kelas 1-A.

"Lantai dua..."

Aku menaiki tangga sambil sesekali melihat nomor ruangan.

1-C.

1-B.

Lalu-

1-A.

"Ketemu."

Aku berhenti di depan pintu kelas. Dari balik pintu terdengar suara para siswa yang sedang mengobrol.

Aku memegang gagang pintu.

Entah kenapa, tiba-tiba aku merasa gugup.

Padahal aku hanya perlu masuk.

"Huft..."

Aku menarik napas.

Tenang, Azusa.

Masuk, cari tempat duduk, lalu semuanya akan baik-baik saja.

Aku membuka pintu.

Beberapa siswa langsung menoleh.

Aku membalas tatapan mereka dengan senyum kecil.

"Selamat pagi."

Beberapa siswa membalas salamku.

Aku kemudian melihat daftar tempat duduk yang tertempel di dekat papan tulis. Mataku mengikuti namaku sampai akhirnya menemukan posisinya.

Azusa Sora.

"Ah, dekat jendela."

Aku langsung merasa sedikit lega.

Tempat duduk dekat jendela.

Sempurna.

Kalau nanti aku merasa lelah, setidaknya aku bisa melihat keluar dan mengistirahatkan pikiranku sejenak.

Aku berjalan menuju tempat dudukku.

Aku belum tahu siapa yang akan duduk di sebelahku. Aku belum tahu siapa yang akan duduk di depanku. Aku juga belum tahu bahwa orang-orang yang akan kutemui hari ini perlahan akan mengubah kehidupanku lebih jauh daripada yang pernah kubayangkan.

Saat itu, aku hanya punya satu keinginan sederhana.

Aku hanya ingin menjalani kehidupan SMA yang tenang.

Dan aku benar-benar percaya bahwa keinginan sederhana seperti itu seharusnya tidak sulit untuk diwujudkan.

...

Ternyata aku salah.

Aku Ingin Hidup Tenang, Tapi Mereka Tidak MengizinkankuHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora