Bab 1: Terlahir Kembali

165 3 0
                                        

Bab 1: Terlahir Kembali

Rasanya sekujur tubuhnya seperti terbakar, kobaran api yang membakar hebat membuat kesadarannya sama sekali tidak tersisa walau sedikit pun. Ia tidak bisa melihat dengan jelas di mana dirinya berada, ia hanya tahu bahwa sekujur tubuhnya terasa sangat sakit, seolah seluruh tubuhnya akan segera meledak, ia hanya ingin melampiaskan hawa panas beringas yang bergejolak di dalam tubuhnya secepat mungkin.

Ada seseorang di sisinya yang sedang merintih, seolah sedang mengatakan sesuatu, meski matanya telah memerah karena tersulut nafsu, ia tetap tidak bisa mendengarnya, di tengah kesadaran yang remang-remang ia merasakan sebuah kelembutan yang menyusup dan menyegarkan, dengan gerakan terburu-buru ia mencengkeram kesejukan itu erat-erat......

(˵ •̀ ᴗ - ˵ ) ✧

Lin Jinwen adalah seorang elit pekerja kantoran, ia memiliki postur tubuh yang tinggi, bahu bidang, pinggang ramping, serta sepasang kaki yang lurus. Di hari-hari biasa, ia selalu mengenakan pakaian yang pas dan sangat rapi, mendandani dirinya hingga tampak seperti bajingan intelektual. Tidak, seharusnya mendandani dirinya hingga sekilas tampak seperti seorang profesional yang berwajah tampan dan bermartabat. Ia memiliki paras yang tegas dan rupawan, garis wajahnya terpahat jelas bagai diukir pisau, alisnya panjang meruncing, batang hidungnya tinggi mancung, hanya saja bibirnya tampak agak tipis, tanpa sadar memberikan kesan acuh tak acuh pada orang lain.

Karena aura kalangan profesional yang terpancar dari sekujur tubuhnya, Lin Jinwen di hari-hari biasa jarang memperlihatkan emosinya, setiap tindakan dan perkataannya selalu dilakukan tanpa meninggalkan jejak. Sepasang mata yang panjang dan menyipit itu juga tidak menyimpan banyak emosi, siapa pun yang melihatnya akan merasa bahwa ia sedang menjaga jarak dan bersikap kaku.

Ia memperlakukan orang lain dengan sikap biasa saja, sudut matanya yang secara alami sedikit menurun selalu memberikan kesan jarak yang tak dapat dijelaskan, bibir tipisnya yang terkatup rapat membuatnya tampak sulit untuk didekati.

Banyak waktu yang dihabiskan Lin Jinwen dengan hubungan bersama orang lain yang tidak terlalu dekat namun juga tidak terlalu jauh, ia tidak akan marah tanpa alasan, tetapi jika benar-benar ada orang bermata tumpul yang sengaja memancing emosinya, kata-kata yang keluar dari mulutnya pun mampu meracuni orang hingga mati. Tentu saja, jika diperlukan, ia juga akan dengan elegan menanggalkan jasnya yang pantas, menyingsingkan lengan kemejanya, lalu bertindak menggunakan tangan.

Sifat yang dimiliki Lin Jinwen ini terbentuk karena ia adalah seorang anak yatim piatu, tidak memiliki latar belakang keluarga, meniti jalan hidupnya dengan menanggung banyak penderitaan, pernah merasakan kerugian dan menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah. Memasuki masyarakat dan berjalan di dunia kerja pun harus dilalui dengan jauh lebih sulit dibandingkan orang lain, untungnya ia adalah orang yang tahan banting, memiliki keteguhan tekad serta kemampuan, hingga berkat usahanya sendiri ia berhasil bertahan di dunia kerja dengan cukup baik, masa depannya tampak cerah membentang. Kehidupan pribadinya juga bersih, tidak ada hubungan antar gender yang tidak jelas.

Selain urusan pekerjaan, di waktu luangnya Lin Jinwen adalah seorang yang sangat gemar tinggal di rumah, sepenuhnya berpenampilan seperti seorang pensiunan tua, banyak orang yang merasa bahwa pola pikirnya tidak seperti anak muda pada umumnya.

Namun, Lin Jinwen justru merasa bahwa keadaannya ini sangat wajar, di dunia ini ada orang yang suka bersosialisasi di waktu istirahat, ada yang suka pergi ke kelab malam, ada yang suka bernyanyi, ada yang suka makan dan minum, sedangkan dirinya hanya suka tinggal di rumah untuk bersantai.

Lagipula, bukan berarti ia tidak memiliki hobi khusus, untuk mengisi waktu luang ia gemar membaca novel-novel bergenre Xuanhuan dari suatu situs web tertentu. Ia juga menyukai minum sedikit anggur sendirian, hanya saja minum di tempat kerja dan secara pribadi adalah dua hal yang berbeda. Di tempat kerja, minum dilakukan demi menjalin relasi, sementara secara pribadi dilakukan untuk menikmati hidup. Setiap kali tiba waktu pribadinya, ia akan meminum sedikit anggur sambil membaca novel dengan tenang, bahkan jika ia benar-benar mabuk, ia akan langsung tertidur di rumah dan tidak akan pergi berkeliaran mencari keonaran di luar.

Pembaca Yang Bertransmigrasi ke Novel M-PregHistórias para pegar e não largar. Descubra agora