4. Tetangga Julid

2 1 0
                                        

Happy Reading❤

•
•
•

"Masya Allah, subhanallah. Eneng Naha meser daging meni seer pisan??"

Itu tanggapan Ratmi ketika Shafiya pulang dari pasar membawa daging ayam begitu banyaknya. Auto kena ceramah oleh Mas suami. Katanya nggak boleh boros-boros. Harus hemat.

Ya udah Shafiya jawab aja, gak papa, Mas. Tiap hari kita makan ayam dengan berbagai aneka. Mau buat opor ayam, rica-rica, ayam kecap, chicken katsu, dan masih banyak lainnya.

Oke, skip tentang ayam. Sekarang Shafiya mau pergi ke sawah. Di ajak sih tepatnya sama Gandi.

Aduh, mana cuaca sedang panas-panasnya lagi. Gak mau dia itu mukanya belang. Oh no?! Perawatan dari dulu masa terbuang sia-sia?

Yang bener aja. Rugi dong?!

"Liat deh, Bu. Mau ke sawah aja gayanya selangit,"

"Ih iya loh. Udah tinggal di desa masih aja bergaya layaknya anak kota,"

"Kebiasaan kali ya? Desa pun berasa kayak di kota,"

"Hidup pas-pasan aja sok belagu,"

Bentar atuh, Shafiya baru keluar rumah sudah dicibir netizen a.k.a emak-emak julid. Rempong kali mereka. Mau banget kah mulutnya Shafiya sumpel pake pare??

Lagian ya, pagi-pagi bukannya sarapan malah ngerumpi gak jelas. Nambah dosa mah hooh.

Shafiya diem aja?

Tidak semudah itu Ferguso. Demi buaya yang lahirannya beranak, dirinya harus bertindak tegas. Kudu main cantik namun elegant.

"Ibu-ibu hobinya pasti suka mancing?" tanya Shafiya perlahan menghampiri emak-emak julid tengah membeli sayuran di penjual keliling.

Emang mantul dah gibah sembari memilah sayuran mana yang akan dibeli.

Tapi ... dosa elah.

"Henteu atuh, Neng. Kita mah sukanya makan spaghetti bolognese," sahut ibu-ibu berjilbab hitam.

Haduh, gak nyambung. Shafiya nanya apa, dijawabnya apaan.

"Iya, kalian sukanya mancing. Mancing keributan," tandasnya diiringi senyum kalem dan lembut.

Main cantik say. Slow, gak usah ikutan julid pula. Itu bukanlah sifatnya Shafiya.

"Anak kota mulutnya gak bisa di sarung," timpal ibu-ibu yang berdiri samping jilbab hitam tadi.

"Saring kali, Bu? Segitu aja langsung typo," nyinyirnya sambil mengecek kuku-kuku cantiknya.

Shafiya diam begitu pun mereka. Tetapi, dalam hatinya menyebut satu per satu nama hewan yang ada di kebun binatang.

"Enggak kebalik kah?"

Gandi menyuruh Shafiya menunggu di luar. Mau menerima telepon dulu katanya. Menengok ke belakang sebentar, dia kembali melanjutkan aksinya.

"Justru suka gibah lebih parah ketimbang kelakuan anak kota,"

•••

"Oke, nanti saya akan ke sana sehabis ashar," ujar Gandi masih teleponan dengan seseorang.

"Waalaikumsalam,"

Panggilan pun diakhiri. Kelupaan, Gandi mau bawa air minum serta camilan untuk Shafiya supaya tidak rewel di sawah nanti. Istrinya yang manja ternyata mau ikut dengannya meski awalnya misuh-misuh juga bibir mengerucut persis bebek.

"Hidup di desa bukannya bangkrut ye. Kita masih ada tabungan. Beli helikopter pula sisa banyak duitnya?!"

Samar-samar Gandi mendengar Shafiya lagi berbincang namun entah dengan siapa.

Dua botol tumbler sudah terisi penuh. Tinggal camilan seperti permen y*pi, pock!, snack aneka rasa dan sebagainya.

"Woy lah. Sakit jidat gue!!"

Mata Gandi melebar. Apa terjadi sesuatu sama Shafiya?

Bergegas lari sebab Shafiya terus meraung-raung layaknya singa betina.

"Astaghfirullah, Dek?!" seru Gandi kala melihat sang istri dilempari buah tomat oleh ibu-ibu tetangga rumahnya.

"Pengecut oy. Maennya gerombolan?! Argh ... a*u kalian semua," hardik Shafiya macam orang kesurupan. Wanita itu menunduk untuk mengambil batu kerikil. Mau dilempar langsung dicegah Gandi karena berbahaya semisal terkena mata.

Shafiya menggeram. Suaminya justru menghalangi niatan terselubungnya.

"Lepas, Mas. Mereka duluan yang lempar tomat ke jidatnya Shafiya!!"

Dia tidak sadar sudah membentak Gandi karena amarahnya masih membuncah dalam benaknya.

Dan terjadilah keributan antar tetangga. Shafiya yang tidak mau kalah bertemu emak-emak agresif tukang gibah.

•••






Kaget kaaaannn aku up lebih awal😆😆

Yuhuuu, siapa yang nunggu update cerita ini hayooo. Beri emot senyum banyak² dulu hihi😎😎

Tenang, author imut ini tetep up kaaaannn.

Komen emot panda biar minggu depan aku up 2 bab sekaligus🤩🤩

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 20 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Menantu Dari KotaStories to obsess over. Discover now