"Hah... hah... hah..."
Suara napas berat terdengar dari dalam kamar sang putri.
Tubuh kecil itu bergerak gelisah di atas kasur. Keringat membasahi dahinya, sementara kedua tangannya menggenggam erat selimut.
"Aaaaaaa!!!!"
Aku terbangun dengan napas tersengal.
Mataku langsung terbuka lebar.
Aku melihat ke sekeliling kamar.
Lemari.
Meja.
Jendela besar.
Tempat tidur yang sangat kukenal.
Semuanya terasa begitu nyata.
Tapi...
Bukankah seharusnya aku sudah mati?
Aku terdiam beberapa saat.
"Kenapa... aku ada di kamar?"
Tanganku perlahan terangkat.
Aku menatap kedua tanganku.
Kecil.
Sangat kecil.
Aku langsung turun dari kasur dan berlari menuju kalender yang tergantung di dinding.
Langkah kakiku berhenti tepat di depan kalender.
Mataku membesar.
Aku membaca tanggalnya berulang kali.
Tidak mungkin.
Aku melihat pantulan diriku di cermin.
Wajah seorang anak perempuan.
Rambut pirang.
Tubuh kecil.
Wajah yang masih sangat muda.
Aku langsung memegang kedua pipiku.
"Tunggu..."
Suaraku terdengar jauh lebih kecil dari yang kuingat.
Aku menatap kalender lagi.
"Ini..."
Tanganku mulai gemetar.
"Umurku sebelas tahun?"
Aku tidak percaya.
Aku berjalan mundur beberapa langkah.
"Besok..."
Aku menatap tanggal ulang tahunku.
"Besok aku ulang tahun."
Aku membeku.
Ingatan masa lalu langsung bermunculan di kepalaku.
Semua kejadian yang pernah terjadi.
Semua orang yang pernah kupercaya.
Semua hal yang membuat hidupku berubah.
Semuanya terasa begitu nyata.
Aku menatap kedua tanganku lagi.
Lalu perlahan wajahku berubah dari kebingungan menjadi tidak percaya.
"Aku..."
Aku mencubit lenganku sendiri.
"Aww!"
Aku langsung meringis.
Sakit.
Aku kemudian mencubit pipiku.
"Aww!"
Aku mengusap pipiku sambil menatap cermin.
"Ini bukan mimpi..."
Mataku mulai membesar.
"Aku hidup kembali!!!?"
Aku menutup mulutku sendiri karena terlalu terkejut.
Aku benar-benar kembali.
Kembali ke umur sebelas tahun.
Kembali ke masa sebelum semuanya terjadi.
Kembali ke hari sebelum ulang tahunku.
Aku menatap pantulan diriku di cermin dalam diam.
Untuk beberapa saat, aku hanya berdiri di sana.
Lalu tanganku mengepal.
"Kalau begitu..."
Tatapanku perlahan berubah.
Tidak ada lagi kepolosan seperti sebelumnya.
"Takdir..."
Aku menatap diriku sendiri dengan tatapan penuh tekad.
"Takdir akan kulawan."
ESTÁS LEYENDO
takdir akan ku lawan(sasunaru)
Ficción Generalbagaimana jika seorang pewaris putri uzumaki tiba tiba berubah,apa yang mereka akan mereka lakukan? putri uzumaki yang selalu ceria dan nurut,tiba tiba berubah menjadi dingin,kejam,membantah?
