Prolog - Retakan Pertama

175 21 14
                                        

Bagi publik diseluruh kota Jianghu, nama Hua Yong tidak terlihat istimewa, hanya omega cantik yang berdiri disamping pangeran Jianghu, Sheng Shaoyou. Namun dibalik layar panggung kota, dia bukan sekadar omega cantik, tapi pimpinan tertinggi konsorsium keuangan yang tak tersentuh. Dalam hierarki biologis yang membentuk tatanan masyarakat pun, ia sebenarnya berada di puncak tertinggi rantai makanan, ya.. seorang Enigma. Sosok dominan absolut yang keberadaannya mampu menekan Alpha kelas tinggi sekalipun tanpa perlu menaikkan nada bicara.

Namun di dalam tembok penthouse mereka yang tenang dan tertata sempurna, Hua Yong hanyalah seorang pria yang berlutut di atas karpet bulu, dengan sabar memasangkan tali sepatu Huasheng yang baru berusia tujuh tahun.

"Ayah, simpulnya miring," tegur Huasheng sambil bersedekap. Anak laki-laki itu menatap ayahnya dengan sepasang mata bulat yang terlampau cerdas. Perpaduan rupa yang mewarisi ketajaman Hua Yong dan kelembutan Sheng Shaoyou. "Kemarin Papa bilang, simpul sepatu yang miring adalah tanda-tanda degradasi kedisiplinan."

Hua Yong menghentikan jemarinya sejenak. Kemeja sutra hitamnya terikat rapi tanpa kerutan, dan aroma feromon anggrek hantu yang dingin dan khas menyelimuti ruangan, terasa menenangkan, pekat, dan menandakan kendali penuh atas dirinya maupun lingkungannya.

"Tuan Sheng terlalu banyak membaca laporan manajemen," sahut Hua Yong datar. Suaranya berat, tenang, dan menyiratkan otoritas yang tak terbantahkan.

Namun, tepat di atas permukaan tali sepatu anak itu, jemari Hua Yong sempat membeku selama dua detik penuh.

Hua Yong menatap simpul tali di tangannya. Untuk seperkian detik, alur menyilangkan tali yang sudah ia lakukan puluhan ribu kali sepanjang hidupnya mendadak terasa asing. Logika motoriknya terputus pelan, seperti garis kabel tembaga yang mendadak kehilangan aliran arus listrik secara mendadak.

Ia memejamkan mata sejenak, menekan sensasi aneh di dasar otaknya, lalu dengan satu gerakan terlatih yang mengandalkan kebiasaan lama, ia mengikat simpul itu hingga sempurna.

"Sudah. Pergi ke mobil. Chang Yu sudah menunggu di bawah," kata Hua Yong seraya berdiri tegak. Tinggi badannya yang menjulang dan bahunya yang kokoh memancarkan aura intimidasi yang biasa.

Sheng Shaoyou melangkah keluar dari kamar utama sambil merapikan kerah jasnya. Sebagai seorang Alpha kelas S, Shaoyou memancarkan aura kepemimpinan yang tegas dan berwibawa. Garis rahangnya keras, tatapannya tajam, dan harga dirinya sebagai Alpha tingkat atas membuat tak seorang pun di dunia ini berani meremehkannya.

Namun, saat tatapannya jatuh pada Hua Yong, feromon jeruk pahit milik Shaoyou melunak secara naluriah. Di hadapan Enigma yang telah mengikatnya melalui mating mark, tubuh dan naluri Shaoyou menyerahkan dominasinya secara sukarela.

"Kau berdebat lagi dengan anakmu?" tanya Shaoyou sambil mendekat. Ia mengulurkan tangan untuk merapikan simpul dasi Hua Yong, sebuah rutinitas kecil yang biasa mereka lakukan sebelum melangkah menuju dunia luar yang keras.

"Tuang Sheng, aku hanya membetulkan logikanya," jawab Hua Yong. Matanya menatap Shaoyou dengan kehangatan murni yang hanya diperuntukkan bagi pasangannya. Ia menyentuh pinggang Shaoyou, menarik Alpha itu sedikit lebih dekat hingga aroma feromon mereka berbaur sempurna. "Konferensi dengan direksi grup Eropa dijadwalkan pukul sepuluh. Tuan Sheng akan berangkat denganku, kan?"

"Aku ada rapat internal dengan divisi riset di laboratorium terlebih dahulu," Shaoyou menatap suaminya, menyadari ada sedikit kerutan tipis di antara alis Hua Yong yang jarang sekali terlihat di sana. "Kau kelihatan sedikit pucat. Kurang tidur?"

"Hanya penyesuaian jadwal rapat yang membosankan," sahut Hua Yong pelan. Ia mengecup sudut bibir Shaoyou singkat, sebuah sentuhan dingin yang terasa familiar namun entah mengapa menyimpan sedikit sensasi kebas yang aneh di permukaan kulitnya. "Tuang Sheng, ayo berangkat."

FORGET-ME-NOTDes histoires addictives. Découvrez maintenant