Kisah paling tragis bukanlah tentang kegelapan abadi, melainkan tentang cahaya yang membusuk.
~ Alburysenjana
Mimpiku sederhana, aku hanya ingin dicintai dan memiliki tempat aman. Hidup tumbuh besar tanpa seorang ayah, memiliki seorang ibu yang tidak bisa memenuhi peran orangtua membuaku tumbuh menjadi seseorang yang haus akan kasih sayang.
Namun, kenangan pahit juga menjadi jalan cerita masa kecilku, bagaimana aku menjadi anak dibuang dan tidak pernah di apresiasi atas segala usahaku. Tidak, tidak hanya itu... Aku teringat bagaimana ayah tiriku pilih kasih, bagaimana setiap hari rumah adalah neraka.
Pembullyan tidak luput dari tumbuh kembangku. Karena tubuh gemuk dan tak tinggi ini selalu menjadi objek hinaan.
Sampai puncaknya aku divonis menderita kepribadian ambang.
***
Aku tetap menjadi pribadi yang haus kasih sayang. Aku mencari setiap kehangatan dari pria yang usia mereka mungkin terlampau jauh dariku. Mengaburkan batasan, aku terus berkelana. Sampai suatu hari semesta mempertemukan aku dengan dia.
###
Catatan penulis: kisah ini murni dari pengalaman penulis.
YOU ARE READING
The Broken Piece: Silence Between Sanity
General FictionAku melihatnya sebagai sosok malaikat. Aku selalu memujanya seperti tiada hari esok. Paras tampan dan kepribadian charming itu mengikatku. Namun, hari itu tiba. Hari dimana aku melihatnya melepas topeng malaikatnya. Dan yang kulihat hanyalah monster...
