02 : 𝐍𝐨𝐢𝐬𝐞, 𝐀𝐫𝐠𝐮𝐦𝐞𝐧𝐭𝐬, 𝐒𝐢𝐥𝐞𝐧𝐜𝐞.

4 1 0
                                        

𝐃𝐈𝐒𝐂𝐋𝐀𝐈𝐌𝐄𝐑 ⚠️
𝐃𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐭𝐚-𝐤𝐚𝐭𝐚
𝐤𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝟏𝟎𝟎℅ 𝐚𝐥𝐮𝐫 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐦𝐮𝐫𝐧𝐢 𝐝𝐚𝐫𝐢
𝐩𝐢𝐤𝐢𝐫𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐲𝐚.

─── ・ 。゚☆: *.☽ .* :☆゚. ───

𝟎𝟐
𝐍𝐨𝐢𝐬𝐞, 𝐀𝐫𝐠𝐮𝐦𝐞𝐧𝐭𝐬, 𝐒𝐢𝐥𝐞𝐧𝐜𝐞.

Di hari yang sama, terik matahari semakin menyinari bumi. Di kantin VIP, tepatnya di bundaran meja kumpulan Luxor Circle. Tampak sangat berisik satu meja di penuhi suara tawa, pukulan meja, bahkan suara cie-cie jelas terdengar.

Meja mereka menjadi pusat perhatian seisi kantin.

"Gua serius, Sera," ujar Jaspher. Ia dengan santai mengibaskan rambutnya kebelakang mengabaikan wajah Seraphina yang merah padam ulahnya. "Suara lo itu terlalu keras, berpotensi membuat gendang telinga gua berdarah."

"Gendang telinga lo lebay kalo gitu! Suara gua belum sekeras toa Buk Jes ya! Kalo lagi marahin lo di lapangan!" pekik Seraphina menumpahkan emosinya begitu saja.

"Lah, itu beda. Kalo lo ini emang berpotensi membuat telinga gua berdarah, Sera," jawab Jaspher.

"Udah-udah. Kalian berdua berantem mulu dah," lerai Tiffany.

"Gak bisa, Fan! Ini si Jakey emang minta di timpuk!" sahut Seraphina.

Mendengarnya Jaspher hanya terkekeh pelan. Ia menyambar minuman milik Kaizon yang baru saja di sajikan di atas meja—membuat Kaizon hanya bisa pasrah ketika minumannya di jadikan tumbal.

"Noh, minum dulu. Kering noh tenggorokan lo, perut lo juga jangan lupa di isi. Belum di isi dari pagi tadi kan?" ujar Jaspher.

Seraphina berdecak kecil, lalu mengambil gelas berisikan jus jeruk yang harusnya itu milik Kaizon tapi sekarang sudah berpindah hak milik, jadi miliknya. "Lo tahu dari mana?" tanya Seraphina nadanya masih kesal.

"Gua cenayang."

Seraphina yang mendengarnya hanya mendelik tidak suka. Sementara di ujung meja Kaizon hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, padahal ia sudah membayangkan jus jeruk itu jatuh di tenggorokannya bukan di tenggorokan Seraphina.

Merasa di perhatikan Seraphina pun beralih menatap Kaizon yang sejak tadi memperhatikannya, bukan. Lebih tepatnya jus jeruk yang kini berada di tangannya.

"Minta ganti ke Jakey ya, Kai," ujar Seraphina sambil menyengir tanpa merasa bersalah.

"Gua mah bisa beli lagi, Ser. Tapi, nunggunya yang lama," sahut Kaizon.

Kaizon menghela nafas pasrah. Ia kembali memanggil pelayan kafetaria dan kembali memesan minuman yang sama dengan minuman yang tak jadi di minumnya.

"Kebiasaan Jaspher banget mancing emosi Seraphina, mana ngambil minuman Kai lagi wkwk," celetuk Arzaka.

"Hidup Jaspher tuh hampa banget, Zak, Kalau gak gangguin Seraphina sehari aja. Seraphina gak masuk sehari aja udah hilang arah anaknya," sahut Dalvion.

"Bener lagi, wkwk. Inget banget gue waktu kita masih SMP, Seraphina gak masuk karena demam sehari. Jaspher langsung hilang arah," ujar Rebecca ikut nimbrung di tengah obrolan.

Sementara orang yang sedang di perbincangkan dengan santainya mengambil garpu dan langsung menyendokkan satu potongan steak milik Seraphina. Tanpa sepatah kata sedikitpun ia mengunyah sepotongan daging steak itu, ia menikmatinya sebelum suara amukan Seraphina kembali terdengar.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 08 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Luxor Circle: Partner in Chaos [Slow Update]Stories to obsess over. Discover now