Namaku Abbey.
Saat menginjak usia tiga belas tahun, ketika aku duduk di bangku SMP kelas tujuh, aku menyadari sesuatu yang bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Aku... menyukai sahabatku sendiri.
Namanya Shea.
Shea adalah seorang perempuan.
dia manis, ambisius, dan seorang extrovert yang seolah tidak pernah kehabisan energi. Ia mudah membuat orang lain tertawa, sementara aku sering kali hanya menjadi seseorang yang diam-diam memperhatikannya dari kejauhan.
Awalnya, aku tidak mengerti apa arti perasaan itu.
Kupikir mungkin hanya rasa kagum. Atau mungkin karena kami terlalu dekat sebagai sahabat.
Tapi semakin lama, aku sadar bahwa perasaan itu lebih dari sekadar persahabatan.
Dan yang paling membuatku takut adalah kenyataan bahwa aku tidak bisa begitu saja mengubahnya.
Aku mencoba mempelajari perasaan itu. Mencari jawaban dari buku, internet, bahkan bertanya kepada orang-orang yang kupercaya.
Aku pernah bertanya kepada Ibu.
Aku juga pernah menceritakannya kepada guru BK.
Namun jawaban yang kudapat hanya satu:
Aku tidak boleh merasakan itu.
Tapi... kenapa?
Apa yang salah dengan perasaan yang bahkan tidak pernah kuminta untuk datang?
Apakah ini dosa?
Apakah karena agama?
Atau hanya karena dia perempuan dan aku juga perempuan?
Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepalaku, sementara tidak satu pun memberikan jawaban yang benar-benar mampu membuatku mengerti.
Hari itu, untuk pertama kalinya, aku menyadari sesuatu.
Mungkin aku nerbeda.
Dan sejak saat itu, aku mulai belajar menyembunyikan bagian dari diriku sendiri.
Bukan karena aku membencinya.
Tapi karena aku takut dunia akan membenciku jika mereka tahu.
STAI LEGGENDO
Cursed Desease
Narrativa generalememakai topeng untuk sehari hari memanglah sangat melelahkan namun jika tidak seperti itu, aku bisa saja mati di cacimaki, diledek, ditertawakan, dan banyak hal yang tak menyenangkan. di dunia yang indah ini sayangnya banyak orang yang tidak bisa me...
