100% Fiksi
........
Pagi itu, aroma harum bawang putih dan cabai yang berpadu dengan gurihnya mentega mengepul dari dapur rumah keluarga Rajendra. Di atas piring keramik putih, tersaji seporsi nasi goreng spesial lengkap dengan telur mata sapi yang bagian kuningnya masih setengah matang-sempurna untuk meleleh saat dibelah.
Kharisma Cahaya Rajendra, atau yang akrab dipanggil Kay, meletakkan piring tersebut tepat di hadapan sang papa, Iqbal Rajendra, yang baru saja duduk di meja makan dengan kemeja kantor yang sudah disetrika rapi. Belum sempat Iqbal mengambil sendok, putrinya yang mengenakan setelan formal magang itu sudah berdiri berkacak pinggang dengan wajah diserius-seriuskan.
"Ingat ya, Pa, aturan mutlak hari ini!" seru Kay dengan nada cerewetnya yang khas, menunjuk-nunjuk sang papa posesif. "Mulai detik kita melangkah keluar dari rumah ini sampai jam lima sore nanti, status papa adalah CEO Rajendra Group dan aku adalah mahasiswi PPL tingkat akhir yang buta total soal hubungan darah kita."
Iqbal, pria matang berwibawa yang juga dikenal sebagai bos besar yang disegani, hanya bisa terkekeh pelan sambil menatap putrinya dengan penuh rasa sayang. "Iya, Neng Kay sayang. Papa paham. Nggak bakal ada yang tahu kalau anak gadis paling bawel di muka bumi ini adalah putri kandung CEO."
"Bukan cuma nggak boleh tahu, Pa! Profesional!" protes Kay makin sengit, tidak terima dipanggil bawel. "Kalau di kantor nanti aku bikin kesalahan kecil, papa harus tetap pasang muka galak. Jangan dibela, jangan diberi keistimewaan, apalagi dispesialkan di depan Pak Eldin!"
Mendengar nama Eldin disebut, senyum penuh arti terbit di bibir Iqbal. Ia tahu betul bagaimana direktur operasional mudanya itu-pria 32 tahun yang terkenal kaku, dingin, dan galak seantero kantor-menjadi momok sekaligus tantangan tersendiri bagi para pegawai magang.
"Baiklah, Bos kecil," balas Iqbal menyerah sambil tersenyum geli. Ia lantas memotong telur mata sapi di piringnya hingga kuningnya meleleh membasahi nasi goreng. "Papa akan jadi atasan paling profesional sedunia untuk anak magang paling cerewet ini. Tapi ingat, kalau nanti kamu nangis karena dimarahi Eldin, jangan ngadu ke Bunda ya."
Kay mendengus kecil, meraih tas kerjanya, lalu menyuapkan satu sendok sisa sarapannya sendiri. Dalam hati, mahasiswi semester 6 itu bertekad membuktikan bahwa ia bisa bertahan selama 40 hari di bawah kendali sang bos galak tanpa bantuan sang papa.
YOU ARE READING
KEY&EL
RomanceKharisma Cahaya Rajendra (Kay) adalah mahasiswi semester 6 yang ceria, cerewet, dan menyukai pria mapan. Demi menghindari perlakuan khusus, ia sengaja menyembunyikan identitas aslinya sebagai anak kandung CEO Rajendra Group selama menjalani 40 hari...
