"Pastikan anda kembali sebelum pagi menjelang!"
Kepala besurai pirang itu mengangguk-angguk patuh. Sembari sibuk memakai sebuah jubah biru safir yang kemudian menyembunyikan kepala serta wajah tampannya. Dibantu oleh yang barusan menasihatinya berapi-api. Namun yang didapatkan sebagai balasan malah sebuah cengiran lebar yang memperlihatkan senyuman kotaknya yang indah. Senyuman kotak yang hanya ia tunjukan pada tiga orang di dunia ini. Dan salah seorangnya adalah 'dia'.
"Pangeran."
Panggilan itu untuk menyela. Walau sudah berkali kali pangerannya melakukan ini. Tapi belum benar hilang kekhawatiran dan cemas kala Pangerannya ini menyesup keluar istana secara diam-diam. Diluar sama banyak hal yang tak terduga yang bisa saja mengancam jiwanya. Entah kenapa resiko sebesar itu membuat Pangerannya seakan tak gentar untuk maju menantang maut dengan gigihnya.
"Hei, Jimin." Pengawalnya. Pengawalnya yang bernama Jimin itu segera menoleh dengan ekspresi masih cemas bercampur panik. Paniklah, bagaimana jika suatu hari nanti ini terbongkar. Bisa dirinya yang tercoreng jelek karena membiarkan Pangeran kerajaan berlaku sembrono dari diluar sikap seorang Pangeran, yang mana nanti akan memimpin kerajaan.
Sayangnya bagi sang Pangeran sendiri. Selama ada Jimin dengan sihirnya. Tentu Sang Pangeran akan aman-aman saja.
"Ingat! Pulang sebelum pagi!" Ditekan kembali nasihatnya pada Sang Pangeran yang mulai beranjak turun ke lorong bawah yang menghubungkan ke arah luar istana. Tubuhnya telah setengah ditelan bibir lubang jalan rahasia. Sang Pangeran terakhir kalinya malah melemparkan senyum kotaknya pada Jimin. Menepuk bahunya. Dan memberikannya pesan.
"Lakukan pula tugasmu dengan baik. Dan aku juga akan melakukan tugasku dengan baik dan sempurna."
Jimin terdiam lama. Memikirkan balasan untuk sang Pangeran. Hingga saat sang pangeran hendak akan menutup tutup besi itu. Jimin bergumam pula. "Akan kulakukan lebih dari sebisaku. Taehyung-ah."
Dan pintu itu akhinya menelan tubuh sang Pangeran rapat rapat. Jimin masih tetap diam ditempat. Hingga tak lagi terdengar suara langkah kaki sang Pangeran. Ia pun bangkit. Berjalan pelan kearah cermin besar yang besarnya lebih besar dari dirinya. Dan menatap tajam pada cermin besar itu. Ada beberapa patah kata yang ia lontarkan sambil menatap cermin. Beberapa lama kemudian. Sebuah bayangan serupa sang Pangeran dengan pakaian senada yang dipakainya sore tadi setengah beranjak keluar untuk menghadap Jimin. Wajahnya datar. Tatapannya dingin. Dan gaya bicaranya yang sedikit kasar mulai hadir.
"Bagus!" Jimin puas. Walau ini sudah berulang kali Jimin lakukan. Bukan berarti ia bisa puas dengan hasil kerjanya. Berguna juga ia sekolah tinggi-tinggi hingga kini membuatnya telah benar benar sukses menguasai mantra.
"Saya lakukan semua atas dasar perintah dari Tuan. Berikan saya perintah." Kepala itu mendunduk sedikit sebagai bentuk penghormatan. Jimin tersenyum sinis.
"Lakukan tugasmu sekarang. Jaga dirimu. Kau mengerti?"
Bayangan itu pun pergi meninggalkan Jimin seorang diri disana. Sebelum pergi, ia tatap pintu besi yang membawa Pangeran pergi.
"Semoga anda sampai dengan selamat, Pangeran."
###
Malam sudah mulai larut. Bulan yang bersinar di langit malam warnanya seperti koin emas yang menyala terang ketika diterpa sinar matahari. Malam juga mulai memiliki hawa dingin. Angin yang bertiup dingin itu beberapa kali membawa anak daun berjatuhan. Entah yang kering maupun yang segar. Mampu diterbangkan jatuh dari tangkainya yang kokoh sekalipun oleh si angin dingin.
Harusnya setiap manusia ditengah hawa dingin ini akan memilih bergulum dengan selimut mereka. Tidur dengan nyenyak diatas kasur-kasur empuk dalam rumah mereka. Berdiam dengan api unggun diperapian juga rasanya begitu nyaman. Harusnya... sayangnya tidak dengan satu orang ini.
YOU ARE READING
Hold Me Tight [ kth x ksh ]
FanfictionKumpulan Cerita Pendek Kim Taehyung x Kim Sohyun
![Hold Me Tight [ kth x ksh ]](https://img.wattpad.com/cover/415617476-64-k145038.jpg)