Prolog - Lima Nama

6 1 0
                                        

Tidak ada pertandingan klub.

Tidak ada derbi.

Tidak ada perebutan gelar.

Tidak ada trofi yang sedang diperebutkan.

Namun hampir seluruh negeri menatap layar yang sama.

Televisi di ruang keluarga menyala.

Layar-layar besar di bar menampilkan siaran yang sama.

Kafe-kafe yang biasanya dipenuhi percakapan berubah lebih tenang.

Bahkan jalanan yang biasanya ramai setelah matahari terbenam terasa berbeda.

Malam itu, sepak bola sedang menentukan sesuatu yang jauh lebih besar daripada kemenangan sembilan puluh menit.

Di layar, sebuah stadion berdiri dalam keheningan.

Sebuah pertandingan telah berakhir.

Tidak ada yang perlu menjelaskan hasilnya.

Wajah para pemain sudah cukup.

Beberapa menundukkan kepala.

Beberapa berdiri tanpa bergerak.

Sebagian lainnya hanya menatap rumput.

Komentator tidak langsung berbicara.

Untuk beberapa detik, suara stadion menjadi satu-satunya suara yang terdengar.

Kemudian suara itu kembali.

"Sekali lagi."

Hening.

"Sekali lagi mereka gagal."

Kamera berpindah.

Seorang pemain berjalan melewati rekan-rekannya.

Yang lain duduk di dekat garis lapangan.

Papan skor masih menyala.

Hasil akhir.

Satu-satu.

Kemudian adu penalti.

Dan pada akhirnya...

Empat.

Satu.

Komentator menarik napas panjang.

"Tidak ada perjalanan ke panggung terbesar kali ini."

Tidak ada sorakan.

Tidak ada perayaan.

Hanya suara beberapa ribu penonton yang perlahan meninggalkan stadion.

Di sudut layar, lambang federasi nasional masih terpampang.

Sebuah lambang yang selama puluhan tahun pernah menjadi simbol kebanggaan.

Kini terasa seperti sesuatu yang terlalu berat untuk dilihat.

Komentator kembali berbicara.

"Untuk ketiga kalinya secara beruntun."

Kalimat itu terdengar sederhana.

Namun seluruh negeri memahami artinya.

Tiga kali.

Tiga generasi.

Tiga kesempatan.

Dan tiga kegagalan.

Pertama, beberapa tahun lalu.

Sebuah kegagalan yang dulu dianggap sebagai kecelakaan.

Kemudian kegagalan kedua.

CINQUEStories to obsess over. Discover now