TW!
-Violent
-Bad words
Maaf jika ada typo atau hal semacamnya, tolong di maklumi saja.
SEKALI LAGI, INI BL. And this is love between step-son and step-father.
Don't forget to follow me for more BL!
~~
FLASHBACK!
Plak, suara tamparan terdengar.
Renandra yang masih kecil, terlihat ketakutan dan tidak bisa berkata apa-apa.
"ANAK SIALAN, DASAR TIDAK BERGUNA!MAKAN DI LANTAI SAJA MASIH BERANTAKAN!" Teriak seorang laki-laki. Ayah kandung Renandra.
Ibu Rendra hanya bisa menangis di pojokan, babak belur karena pukulan sang suaminya.
Hingga bertahun-tahun berlalu, Rendra tumbuh menjadi pria tampan dan sempurna dalam bidang apapun.
Meski ia nakal, ia pintar, mendapat prestasi, gelar dalam pelajaran, dan semuanya.
Namun, di balik semua itu, hidupnya masih sunyi. Penuh dengan luka lama, trauma, namun ia tetap memperjuangkan dirinya sendiri.
Hingga suatu hari...
"Aku ingin kita cerai." Ibu Rendra (Rena) menyatakan cerai kepada suaminya dengan dingin.
Mereka pun berpisah, dan tak lama kemudian...
"Sayangku Rendra, kamu mau ga punya papih baru?" Rena bertanya dengan lembut.
Rendra kelihatan tidak tertarik saat ia sedang memegang ponselnya sebelum berkata.
"Ibu gila? Badanku penuh memar karena suami ibu itu, tau?"
"Ibu tahu, Rendra. Namun Ibu yakin kau pasti akan betah dengan papih yang ini, okay?" Kata Rena manis sambil mendekat ke Rendra dan menepuk kepalanya.
Rendra cemberut namun mengangguk, ia juga penasaran dengan papih barunya akan seperti apa.
Keesokan paginya.
"Jadi, dimana anakmu?"
Rendra menatap pria yang bertanya ke ibunya, matanya melebar, jantungnya berdebar kencang. Siapa pria tampan itu? Sial, dia memikat hati Rendra.
"Jadi, ini papih baruku?" Rendra bertanya dalam hati, pria itu mengisi kekosongan di dadanya. Cinta tumbuh di dalamnya meski ia tak mengenal apa arti cinta sebenarnya.
Jivano menatap Rendra dengan tatapan tegas itu, namun wajahnya lembut, ia mendekat ke arah Rendra dan menepuk bahunya.
"Apa kau tidak keberatan aku menjadi ayah barumu?"
"Tentu saja tidak!"
Jawab Rendra dengan semangat, matanya berbinar karena kasih sayang dan hal lain.
Malam harinya.
Revano duduk di sofa dan meminum banyak wiski, menyeringai ke arah Rendra.
"Udah mabuk? Cemen."
"Argh, diem. Pala gw pusing banget" Keluh Rendra sambil memegang kepalanya, matanya tidak fokus.
Revan memutar matanya dan meminum wiskinya lagi.
"Tadi katanya mau nandingin gw. Kok lu udah mabuk aja sih?"
Cemberut dan menyandarkan kepalanya ke meja.
"Iya deh, lo menang.".
Rendra terdiam, melirik ke arah Revan dari meja dan menyeringai.
"Lo udah tau gw punya papih baru?"
"Papih baru? Galak ga?"
Tanya Revan dengan bingung.
"Menurut gw ga, sih. Soalnya ganteng banget. Banyak duit. CEO lagi..."
Menyeringai dan membayangkan.
"Andaikan gw nikah sama dia..."
Pintu bar terbuka, menarik perhatian orang di sekitar mereka.
"Rendra, ini sudah malam. Ayo pulang"
Suara familier terdengar. Jivano berdiri di pintu bar menatap Rendra dengan mata menyipit.
"Baru juga diomongin... Ganteng, kan?"
Menyeringai sambil berdiri dan terhuyung ke arah Jivano.
Menatap Rendra dan menghela napas, memegang tangannya dan memuntutnya ke mobilnya.
"Kau mabuk berat. Jangan sampai kau muntah di mobilku"
Revano menatap Jivano dan Rendra pergi dengan cemberut, meminum wiskinya lagi.
"Dasar budak cinta"
~~~
"Duduk diam"
Duduk di mobilnya disamping Rendra sementara sopir mengendarai mobilnya.
Rendra bersandar ke bahu Jivano, melirik dada Jivano dan menjilat bibirnya. Tangannya bergerak meremas dada Jivano tanpa berfikir.
"Lembut sekali... Sayang, mau nenen"
Jivano terkejut dan tersipu, mencoba menarik Rendra pergi.
"Rendra! Apa-apaan kamu!"
Rendra hanya mendekat dan menahan tangan Jivano ke jendela sambil menyeringai mabuk.
"Apa? Kamu takut, sayang~?"
To be continued...
~~~
KAMU SEDANG MEMBACA
' Unwanted Love
General FictionSeorang anak bernama Renandra yang mencintai ayah tirinya bernama Jivano. Cinta yang tidak terduga antara keluarga mereka. Namun apa yang terjadi jika Renandra berhasil mendapat hati Jivano? ! INI ADALAH BL! Cerita ini hanyalah KARANGAN dan cerita F...
