PROLOG

11 2 0
                                        

Malam yang Tidak Pernah Diceritakan

17 Oktober 1998.

Malam itu, rumah Valerian tidak pernah benar-benar tidur.

Lampu di lantai tiga masih menyala.

Padahal semua orang tahu lantai itu seharusnya kosong.

Seseorang berdiri di ujung lorong.

Napasnya terdengar terburu-buru.

Di tangannya terdapat sebuah foto lama.

Foto yang sama dengan yang bertahun-tahun kemudian akan ditemukan kembali.

Ia melihat ke arah jam dinding.

23.16.

Satu menit sebelum semuanya berubah.

"Berikan padaku."

Suara seseorang terdengar dari belakang.

Ia tidak menjawab.

"Kalau kamu menyimpannya, semuanya akan terbongkar."

"Memangnya belum?"

Suasana mendadak sunyi.

Orang itu menggenggam foto lebih erat.

"Aku cuma ingin dia selamat."

"Dia bahkan belum tahu apa-apa."

"Justru itu."

Langkah kaki terdengar semakin dekat.

Kemudian-

23.17.

Jam berhenti.

Lampu lantai tiga padam.

Terdengar suara benda jatuh dari sebuah ruangan.

Lalu seseorang berbisik:

"Jangan biarkan dia mengingat."

Beberapa detik kemudian, pintu itu tertutup.

Dan malam tersebut berakhir tanpa pernah benar-benar diceritakan kepada siapa pun.

Bertahun-tahun kemudian, sebuah nama kembali muncul di rumah Valerian.

Iris Harper.

Ia datang tanpa mengetahui apa yang pernah terjadi.

Tanpa mengetahui siapa yang mengenalnya.

Tanpa mengetahui mengapa sebuah keluarga menyimpan begitu banyak rahasia tentang masa lalu.

Dan yang paling penting-

Iris tidak tahu bahwa beberapa orang sudah menunggunya jauh sebelum ia datang.

Karena terkadang...

sebuah rahasia tidak menunggu untuk ditemukan.

Ia menunggu untuk diingat.

DI BALIK TOPENG MEREKAStories to obsess over. Discover now