Sankara

324 73 10
                                        

Dia adalah Sankara, anak bungsu dari 5 bersaudara. Tingkahnya yang aneh dan penuh keajaiban, membuat semua orang yang berada di dekatnya haya bisa menggelengkan kepala saat melihat tingkahnya. Sankara, dia anak kelima dari pasangan Adrian Widyanta dan Danika Emilia. Adrian sendiri bisa disebut sebagai salah satu crazy rich Asia. Dikaruniai empat anak yang tampan dan satu anak yang cantik membuat hidup Adrian dan Danika terasa begitu sempurna- Apalagi kelima anaknya ini tidak hanya modal tampang saja, terbukti dengan keempat anaknya -kecuali si bungsu- yang sudah sukses di usia muda berbeda dengan si bungsu Sankara yang masih mengenyam bangku pendidikan, namun meski begitu Sankara juga anak yang sangat membanggakan karena kejeniusannya.

Sankara yang selalu ceria, pecicilan, petakilan, tidak mau diam, banyak bicara dan masih banyak lagi tingkah anehnya membuat Adrian maupun Danika hanya mampu mengusap dada sabar. Wajar saja, Sankara itu anak bungsu, dia selalu mendapatkan perlakuan istimewa serta perhatian penuh baik dari ayah Adrian, bunda Danika juga keempat saudaranya. Dan sebagai bungsu tentunya Sankara selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, meskipun kelakuanya terkadang selalu membuat mereka darah tinggi, tapi keluarga kecil Widyanata sangat sangat menyayanginya.

Terdengar sempurna bukan?

Namun dibalik semua kesempurnaan dunia yang Sankara miliki, tentu saja ada terselip rasa sakit yang tidak diketahui oleh orang lain.

Dia Sankara, yang akan selalu tersenyum walau badai berkali-kali mengahantamnya. Dia Sankara yang akan kembali bangkit walau sudah jatuh berkali-kali. Dia Sankara, si arogan yang memiliki hati bak malaikat. Dia Sankara yang takkan pernah berhenti menyerah apapun yang terjadi. Dan dia Sankara yang akan selalu menjadi sinar bagi keluarga Widyanata. Tak ada yang boleh menyentuhnya atau menyakitinya, baik ayah, bunda juga keempat kakaknya akan senantiasa menjaga dan melindungi Sankara bak berlian.

Namun bukankah ada yang mengatakan bahwa terkadang justru orang terdekatlah yang akan paling menyakiti.

Apakah benar seperti itu?




•••



Pagi ini di salah satu kamar di kediaman mewah keluarga Widyanata, ada seorang remaja laki-laki yang masih meringkuk seperti bayi di atas kasur empuknya dengan tubuhnya yang dibalut oleh selimut tebal membuat siapapun yang melihat pasti akan memekik gemas melihatnya karena dia benar-benar seperti bayi besar.

Terlihat sekali bahwa sang empunya tak ada niatan untuk bangun di pagi buta begini, meski jam digital yang ada di atas nakas sudah berbunyi sejak 30 menit yang lalu, tapi sang empunya nampak tak terusik sama sekali.

Tok! Tok! Tok!

"WOY KARA BANGUN GA?!!!!"

Bahkan suara ketukan pintu yang cukup keras pun tak membuat tidur sang empunya terusik.

"Adek bangun! Matiin tuh alarm berisik tau ga, sih?!"

Meski sudah sedikit membuka kedua matanya, namun sang pemilik kamar seolah-olah tuli dan tak peduli dengan seseorang yang mengetuk-ngetuk pintu kamarnya dengan keras itu. Ia lalu kembali memejamkan kedua matanya, untuk melanjutkan mimpi indahnya setelah mematikan alarm yang berbunyi tadi tentu saja. Namun sepertinya hal itu takkan berlangsung lama ketika seorang gadis cantik terlihat menghampiri pria tampan yang mengetuk-ngetuk pintu kamar tersebut.

"Kak Lio bisa ga sih ketuk pintu kamar adek biasa aja? Maksudnya yang lain jadi keberisikan gara-gara kakak tau," tegur si cantik masih dengan nada bicaranya yang lembut membuat si tampan yang di panggil dengan sebutan 'Kak Lio' itu menyengir lebar.

Dia Sankara Stories to obsess over. Discover now