Simulasi ujian waktu itu berlangsung selama kurang lebih dua minggu. Anak kelas dua belas yang sedang PKL nggak semuanya bisa datang ke sekolah sesuai jadwal, jadi pelaksanaannya dibuat bergantian. Ada yang masuk sekolah lebih dulu, ada yang mengerjakan setelah kembali dari PKL, tergantung jadwal masing-masing. Karena disini sistemnya PKL dikelas dua belas katanya kurikulum baru dan kami lah permulaan kurikulum tersebut.
Aku sendiri waktu itu masih kelas sebelas. Entah kenapa, beberapa anak kelas sebelas diminta membantu menggantikan kakak kelas untuk urusan presensi. Kami datang membawa kartu peserta ujian milik mereka, mencocokkan data, lalu mengisi bagian kehadiran dan biodata yang diperlukan.
Cuma itu.
Nggak ada soal yang harus dikerjakan. Nggak ada lembar jawaban yang harus aku isi. Setelah urusan administrasi selesai, ya sudah, waktu kosong sampai jam ujian selesai. Dan karena sekolah punya kebiasaan membiarkan komputer tetap menyala selama nggak mengganggu kegiatan ujian, aku akhirnya melakukan hal-hal paling nggak penting yang bisa dilakukan seseorang ketika sedang bosan.
Nonton anime.
Dengerin musik.
Kadang nonton film.
Sampai suatu hari aku iseng membuka Note di salah satu PC yang aku pakai dan meninggalkan sebuah kalimat yang sama sekali nggak terpikir bakal dibaca orang lain.
"Ada yg pake PC ini juga nggak?"
Besoknya, ketika membuka PC yang sama, ada balasan.
"Hi:)"
Aku reflek bengong beberapa detik.
Lah?
Ada yang jawab.
***
Hii, iyaaa, tauuu kok tauuu. Yang lain aja belom tamat malah bikin yang baru lagiiii.
Tapi yaudahlahh... Nanti juga tamat, satu-satu hehe.
YOU ARE READING
Your Name
FanfictionAbout You-2023 Dua siswa dari jurusan berbeda nggak sengaja memakai komputer yang sama selama ujian. Mereka nggak pernah bertemu. Nggak pernah bertukar Instagram. Nggak pernah bertukar nomor WhatsApp. Mereka cuma meninggalkan pesan di sebuah file ca...
