1

18 2 0
                                        

Suara bel toko yang berbunyi bersamaan dengan terbukanya pintu menarik perhatian Madam Malkin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suara bel toko yang berbunyi bersamaan dengan terbukanya pintu menarik perhatian Madam Malkin.

Seorang gadis berusia sebelas tahun masuk ke dalam toko ditemani kedua orang tuanya. Rambut cokelat panjangnya tergerai hingga melewati bahu. Ia mengenakan kaus berwarna biru cerah dengan rok hitam sederhana. Wajahnya tampak pemalu, bahkan sedikit takut, seolah-olah ia masih belum terbiasa berada di tempat yang dipenuhi orang-orang asing.

Madam Malkin tersenyum ramah menyambut kedatangan mereka. "Selamat datang."

Kedua orang tua Evelyn membalas senyum itu.

"Butuh seragam untuk Hogwarts?" tanya Madame Malkin. Keduanya mengangguk, kemudian beralih kepada putri kecil mereka.

"Evelyn, kamu tunggu di sini sambil fitting seragammu, ya. Ibu dan Ayah akan pergi mencari buku pelajaranmu," ucap ibunya.

Ayahnya kemudian mengelus puncak kepala Evelyn dengan lembut.

"Kamu ikuti Madam Malkin, ya." Evelyn mengangguk kecil.

Ia membiarkan kedua orang tuanya pergi meninggalkan toko, sementara dirinya tetap berdiri di dekat pintu dengan kedua tangan yang saling menggenggam.

"Mari ikut aku, Sayang. Hari ini banyak sekali anak-anak yang sedang fitting seragam Hogwarts," Kata Madam Malkin sambil mengajaknya masuk lebih jauh ke dalam toko. "Bahkan saat ini ada seorang pemuda yang sedang fitting."

Madam Malkin membuka sebuah pintu di bagian belakang toko.

Di baliknya terdapat ruangan yang cukup luas dengan beberapa bangku kayu yang berjajar. Sebuah cermin besar memenuhi salah satu sisi dinding, sementara beberapa model jubah dan pakaian penyihir dipajang di tempat-tempat tertentu. Beberapa gulungan kain juga terlihat tersusun rapi di rak.

Evelyn memperhatikan ruangan itu dengan rasa ingin tahu. Ia kemudian menyadari ada anak lain yang sepertinya seusianya di sana. Seorang pemuda berambut pirang platinum sedang berdiri di atas bangku kecil sementara Madam Malkin sebelumnya telah mulai mengukur tubuhnya. Rambutnya tertata rapi, dan dari cara ia berdiri saja, pemuda itu sudah terlihat begitu percaya diri.

Sejujurnya, wajahnya terasa tidak asing bagi Evelyn. Namun, ia tidak yakin pernah bertemu dengannya.

Madam Malkin menunjuk bangku kosong di sebelah pemuda itu. "Duduk di sini, Sayang."

Evelyn menurut. Ia duduk dengan tenang, sementara Madam Malkin mulai mengambil ukuran tubuhnya. Penggaris kain, pensil, dan selembar kertas bergerak sendiri dengan bantuan sihir. Penggaris kain melayang mengitari tubuh Evelyn, mengukur panjang lengan, bahu, pinggang, hingga panjang kakinya. Angka-angka yang diperoleh kemudian dicatat dengan cepat di atas kertas.

Setelah beberapa saat, Madam Malkin meninggalkan mereka untuk mengambil beberapa bahan. 

"Hogwarts?" Pemuda berambut pirang itu membuka percakapan dengan nada berbasa-basi.

The Honey - D.M.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang