CHAPTER 00

43 16 63
                                        

𓂃 ࣪˖ ִֶָ𐀔 HAPPY READING 𐙚˙⋆.˚
Semoga setiap halaman yang kamu baca
menjadi perjalanan kecil yang menyenangkan.
Nikmati ceritanya, rasakan setiap emosinya,
dan biarkan kisah ini membawamu
ke tempat yang mungkin belum pernah kamu temui.

Turn the page, and let the story begin.
- with love,
Lann_alwayshere 🌻

___________🥨 ___________

"CRYSTAL SERAPHINE VALERIE! BERHENTI ATAU KELILING LAPANGAN SAMPAI JAM ISTIRAHAT!"

Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.

"CRYSTAL SERAPHINE VALERIE! BERHENTI ATAU KELILING LAPANGAN SAMPAI JAM ISTIRAHAT!"

Gadis yang tengah berlarian dengan seorang laki-laki berwajah merah padam di belakangnya itu lalu menoleh. Bukannya takut, ia justru tersenyum mengejek sembari mengacungkan jari tengahnya.

"Ups, sorry. Sayangnya gue nggak pilih dua-duanya!" serunya kemudian mempercepat langkahnya.

"CRYSTAL!"

Kondisi koridor saat ini begitu ricuh akibat ulah dari dua manusia yang tengah melakukan aksi kejar-kejaran itu. Tetapi bagi mereka ini adalah hal yang sangat amat wajar dan mereka telah terbiasa oleh kelakuan dua orang tersebut.

CRYSTAL SERAPHINE VALERIE, gadis yang notabennya murid kesayangan guru BK itu kini tengah dikejar oleh ketos SMA Trisakti, DARREN ALGAVA MAHESA. Pagi yang terasa tidak pernah tenang. Jika koridor sepi, itu tandanya SMA Trisakti baru saja mendapatkan anugerah. Dan sialnya, anugerah itu mungkin tidak akan pernah terjadi.

Crystal, gadis berambut lurus sepinggang dengan warna merah kecokelatan itu terus berlari. Seragam yang gadis itu kenakan terbilang ketat, bahkan di crop hingga menampilkan pinggangnya yang ramping. Ia melewati orang-orang yang berlalu lalang. Senyum liciknya terbit, ia dengan sengaja menabrak seorang siswi yang tengah membawa beberapa tumpukan buku ditangannya.

Bruk!

"Awss--," rintih siswi yang baru saja terjatuh ke lantai keramik yang dingin itu. Bukunya berserakan dihadapannya.

Bukannya meminta maaf, Crystal justru tersenyum senang. Ia menoleh ke arah Darren yang sudah terbelalak di ujung koridor. Menjulurkan lidahnya sekilas sebelum kembali melangkah hingga punggungnya menghilang dibalik tembok.

Darren dengan segera menghampiri siswi yang masih terduduk di lantai itu. Ia berjongkok, membantu membereskan buku-buku yang berceceran.

"Lo nggak apa-apa?" tanya Darren.

Siswi itu mengangguk dengan wajah gugup. Bagaimana tidak? Seorang ketua OSIS yang dikenal tampan dan pintar itu kini berada tepat dihadapannya. Membantu dirinya.

Ia berdiri diikuti oleh Darren yang masih menatapnya dari bawah hingga atas.

"Nggak ada yang luka?"

"E-enggak kok, Kak. Makasih, ya," ucap siswi itu sembari membenarkan rambut yang berada di depan wajahnya.

Pada Riuh yang Bernama KitaBağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin