Bab 1

16 2 0
                                        

Halo semua, kembali lagi dengan author istri sah luka ini.

maaff banget author, gak pernah up cerita lagi. Aku sibuk nih, sibuk banget. Jadi sorry? 🙏🏻🥲

Tanpa basa-basi, kau ngajak Heppy-heppy.

Langsung enjoy to story~

Jangan lupa di vote~
Udah?, makasih ❤️

Btw ini karakter ship, di cerita ini.

Btw ini karakter ship, di cerita ini

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

_______________________________

Malam Terakhir di Dunia Asal
Langit Seoul malam itu kelam, menyisakan sisa-sisa hujan gerimis yang membuat udara terasa dingin menusuk tulang.

Si-woo-pria berpostur 191 cm dengan rambut hitam legam dan manik mata sekelam malam-baru saja menyelesaikan lembur panjang di kantornya. Ia berdiri anggun dalam balutan suit hitam formal yang melekat sempurna di tubuh atletisnya, melangkah gontai menuju halte bus terakhir untuk pulang ke apartemen.

Tanpa peringatan, dunia di sekitarnya bergeser.

Bus malam yang ia naiki tiba-tiba melesat menembus kabut putih pekat yang mencekam. Saat pintu bus terbuka kembali, suasana hangat kota Seoul telah lenyap, digantikan oleh hamparan reruntuhan kota pasca-apokaliptik yang dipenuhi abu dan bau anyir darah.

Arena Pertunjukan Para Dewa dan Iblis

Si-woo dan puluhan penumpang bus lainnya kini terjebak di dalam sebuah novel action survival berdarah dingin. Di dunia ini, kematian bukanlah sebuah perpindahan dimensi yang megah; jika seseorang mati, mereka benar-benar lenyap selamanya.

_____________________

# Aturan Main:

> Manusia hanyalah pion hiburan bagi para dewa dan iblis yang menonton dari balik layar dimensi.

> Monster-monster mengerikan berkeliaran di setiap sudut reruntuhan, siap memangsa siapa saja yang gagal bertahan hidup.

____________________________

Tiba-tiba, udara bergetar. Sesosok makhluk berbentuk bulatan putih halus dengan sepasang tanduk kecil di kepalanya melayang di udara, memancarkan cahaya keperakan yang dingin.

Suara mekanik bernada tinggi menggema di kepala setiap orang:

"Selamat datang, para pemain baru! Nikmati pertunjukan pertamanya: Pembantaian Massal!"

Kepanikan langsung meledak.

Penumpang bus mulai berteriak, berlarian, dan saling dorong saat raungan monster terdengar mendekat dari balik gedung-gedung runtuh.

Di tengah kekacauan itu, Si-woo tetap berdiri tegak. Meski latar belakang kehidupannya sebelum ini misterius dan tak pernah ia ceritakan pada siapa pun, ekspresinya sama sekali tidak menyiratkan ketakutan-hanya ada kilat dingin dan ketenangan yang tidak wajar di matanya.

Pertemuan dengan Sang Tokoh Utama
Saat sekelompok monster berwajah hancur menerobos barisan manusia, sebuah bayangan gelap bergerak lebih cepat dari kilat.

Slat!

Sebuah pisau tempur bermata ganda menebas leher monster itu dalam satu gerakan bersih. Darah menyiprat ke udara, membasahi mantel panjang seorang pria berpostur raksasa-Julian, sang Main Character (MC) dari novel action ini.

Julian berdiri dengan tinggi 198 cm, memiliki rambut hitam berantakan dan mata hitam setajam obsidian yang memancarkan aura dominan mutlak.

Ia adalah veteran bertahan hidup yang kejam dan efisien di dunia novel ini. Julian mendengus dingin, bersiap mengabaikan para pendatang baru yang menangis ketakutan, sebelum manik matanya tak sengaja terkunci pada sosok Si-woo.

Julian terpaku sejenak. Di tengah reruntuhan yang penuh debu dan darah, pria jangkung berjas rapi dengan tinggi 191 cm itu berdiri tanpa goresan sedikit pun. Dasi Si-woo sedikit longgar, namun postur tubuhnya memancarkan dominasi alami yang menyaingi Julian sendiri.

Mata Julian menyipit, apakah itu kesal? Tertarik? Bingung? Atau tatapan benci?

Tidak ada yang tau, apakah Julian akan akrab atau bahkan bisa jadi musuh dengan Si-woo??

Bagaimana kelanjutan kisah bertahan hidup di antara tatapan para dewa dan iblis ini??

Tidak, tidak ada yang tau.
Nyawa mereka hanya seperti kertas di sini. Mereka hanya karakter, apakah mereka bisa bertahan? Mati? Hidup? Siapa yang tau kan? Tidak ada yang tau itu...

Lanjut--

_____________

blood stage on the brink -blStories to obsess over. Discover now