prolog

132 34 9
                                        

Hujan turun cukup deras malam itu. Dari balik jendela rumah kecil mereka, Charlotte austin berdiri sambil memandangi jalanan yang basah. Sesekali ia melirik jam di dinding.

Sudah pukul sebelas malam faye belum pulang.

"Daddy belum pulang, mommy?"

Suara kecil sonya membuat charlotte menoleh. Putrinya berdiri di ambang pintu kamar sambil memeluk boneka kesayangannya.

Charlotte tersenyum.

"Belum, sayang. Kamu kenapa belum tidur?"

"Sonya mau tunggu daddy."

Charlotte menghampiri putrinya lalu berjongkok di hadapannya.

"Daddy mungkin masih ada pekerjaan. Besok kamu sekolah, kan?"

Sonya mengangguk pelan.

"Tapi daddy janji mau antar sonya."

Charlotte terdiam sebentar faye memang berjanji seperti banyak janji lainnya.

"Ayo tidur. Kalau daddy pulang, mommy bangunkan."

Sonya akhirnya menurut. Charlotte mengantarnya ke kamar, menyelimuti tubuh kecil itu, lalu mencium kening putrinya.

"Good night, sayang."

"Good night, mommy."

Charlotte menutup pintu kamar perlahan. Namun rasa gelisah di dalam dadanya tidak ikut menghilang.

Ponselnya kembali ia periksa, tidak ada pesan, tidak ada panggilan. Hanya layar kosong yang membuat pikirannya semakin buruk.

Lalu tiba-tiba-

BRAK!

Suara benda jatuh terdengar dari luar. Charlotte tersentak ia segera keluar rumah, namun tidak ada siapa pun. Hanya suara hujan yang semakin deras.

────┄────┄◕◕

Di tempat lain, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan bangkok.

Faye menggenggam kemudi erat-erat, wajahnya pucat. Ponselnya bergetar tanpa henti. Nama-nama yang selama ini ia kenal memenuhi layar.

Keluarga Morrison.

Rekan bisnis.

Pengacara.

Orang-orang yang kini mencarinya.

Faye menutup mata sesaat.

"Kenapa semuanya harus seperti ini?"

Tangannya gemetar, perusahaan yang ia bangun hampir bangkrut.

Dana perusahaan menghilang.

Dan semua bukti mengarah kepadanya.

Faye tahu dirinya telah melakukan kesalahan. Namun ia tidak menyangka semuanya akan terbongkar secepat ini.

Ia memandang foto charlotte dan sonya yang tersimpan di dashboard mobil. Air matanya hampir jatuh.

"Maafkan aku..."

Faye menyadari bahwa mungkin tidak ada jalan untuk kembali.

Tiba-tiba sebuah kendaraan muncul dari arah berlawanan.

Faye mencoba menghindar.

Terlambat.

Suara benturan keras memecah malam. Mobil itu berhenti setelah beberapa meter.

Dan dunia faye menjadi gelap.

────┄────┄◕◕

Pukul dua belas lewat tiga puluh menit.
Charlotte masih menunggu hingga sebuah panggilan masuk.

"Apakah ini keluarga faye malisorn?"

Charlotte langsung berdiri.

"Ya. Saya istrinya. Ada apa?"

Suara di seberang telepon terdengar serius.

"Kami dari rumah sakit. Suami anda mengalami kecelakaan."

Dunia charlotte seakan berhenti.

"Apa?"

"Anda harus datang sekarang."

Ponsel charlotte hampir terlepas dari tangannya. Ia segera berlari menuju kamar sonya.

Malam itu, charlotte belum tahu bahwa kecelakaan tersebut bukan hanya akan merenggut faye darinya.

Kecelakaan itu juga akan menghancurkan kehidupan yang selama ini ia percaya nyata.

Dan sebuah rahasia yang telah disembunyikan bertahun-tahun, akan segera mengubah segalanya.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Aug 21 ⏰

¡Añade esta historia a tu Biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

JANJI TANPA NAMA Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora