BAB 1: DETAK PERTAMA DI VERITAS HIGH SCHOOL

2 1 0
                                        

Halo semua selamat membaca🖐️👋

saya masih pemula disini...mohon bimbingannya jika ada typo atau kesalahan kata tolong bilang Dikomentar

🌹🌹🌹

Bau besi karat yang pekat dan aroma mawar layu yang membusuk selalu menjadi pertanda paling akurat.

Di mana pun bau itu menguar, di sanalah maut baru saja menjejakkan kakinya, meninggalkan jejak tak kasat mata yang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang terkutuk.

Aku menarik napas dalam-dalam, merapatkan mantel abu-abuku yang sudah mulai menipis di tengah terpaan angin pagi Akademi Veritas.

Sekolah elit itu berdiri sangat megah di atas bukit batu karang yang curam, dikelilingi pagar besi hitam berpaku runcing layaknya benteng pertahanan abad pertengahan yang sengaja dibangun untuk mengisolasi dunia luar dari kebusukan di dalamnya.

Bagi orang-orang kaya di luar sana, Veritas High adalah simbol status tertinggi, sebuah gerbang emas tempat anak-anak konglomerat, pejabat tinggi, dan para pewaris takhta kekayaan menempa masa depan mereka.

Namun, bagiku seorang siswi beasiswa berpakaian kusam dengan masa lalu kelam menginjakkan kaki di gerbang utama Veritas High bukanlah bersekolah.

Tempat ini adalah rumah jagal berkedok institusi pendidikan elit, sebuah kandang singa tempat para predator berdarah dingin memangsa yang lemah tanpa ampun.

Tidak ada yang tahu apa tujuan sebenarnya aku menyusup ke tempat terkutuk ini, atau rahasia apa yang mati-matian kusembunyikan di balik tas ransel usangku.

Dan yang membuat seluruh saraf di tubuhku bergetar hebat, telingaku tidak pernah salah menangkap frekuensi-frekuensi suara dari dimensi lain yang seharusnya sudah mati dan terkubur dalam sunyi:

​"Tolong... lepaskan aku dari dalam dinding perpustakaan itu... udara di sini sangat sesak..."

"Dingin... lantai marmer ruang seni ini merenggut sisa panas terakhir di tubuhku..."

Sebagai seseorang yang terbiasa hidup berdampingan dengan malam dan kesunyian, aku sebenarnya menemukan sedikit ketenangan di balik pekatnya kegelapan.

Malam adalah waktu di mana dunia luar tertidur lelap, dan pada saat itulah frekuensi para arwah penasaran terdengar paling jernih di telingaku, menuntun pada petunjuk-petunjuk kematian yang sengaja disembunyikan.

Namun, aku memiliki satu kelemahan terbesar yang selalu sukses meremukkan mentalku, aku benci dan takut setengah mati pada kesunyian mutlak.

Kesunyian yang terlalu pekat bagiku selalu berarti satu hal tanda bahwa sang pembunuh sedang bergerak mendekat tanpa suara, siap merenggut nyawa berikutnya sebelum sempat berteriak.

Suara-suara itu berdesir tanpa henti di dalam kepalaku, tumpang tindih, berbisik gelisah seolah menuntut keadilan atas kematian yang tidak wajar.

Aku memejamkan mata sejenak, mencengkeram erat tali ransel hitamku yang sudah mulai mengelupas di bagian sudut.

Sejak kecelakaan maut yang merenggut nyawa kedua orang tuaku lima tahun silam, pendengaranku terhadap arwah penasaran semakin tajam dan menyiksa.

Dan Veritas High menyimpan begitu banyak jiwa penasaran yang berteriak di balik tembok-tembok marmer megahnya, seolah menjeritkan ribuan rahasia kelam yang sengaja dikubur rapat-rapat oleh pihak sekolah.

Brumm... brumm...

Sebuah hantaman angin kencang disertai suara deru mesin yang memekakkan telinga membuatku terperanjat hebat hingga hampir kehilangan keseimbangan.

191 HERTERZHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora