PROLOG

8 0 0
                                        

      Pesan Tengah Malam

Ada pesan yang kelihatannya sederhana.

Hanya dua atau tiga kata.

Tetapi terkadang, di balik kata-kata sesingkat itu, tersimpan cerita yang sangat panjang.

Malam itu, aku sedang sibuk dengan ponselku ketika sebuah notifikasi muncul.

Nama Naya terlihat di layar.

Aku membukanya.

"Ya Allah, capek."

Aku berhenti. 

Entah kenapa, kali ini kalimat itu terasa berbeda.

Biasanya Naya selalu menyelipkan tawa dalam setiap percakapan.

Wkwkwk.

Emoji tertawa.

Candaan yang tidak ada habisnya.

Tapi malam itu tidak ada.

Hanya dua kata.

Aku capek.

Jari-jariku bergerak.

"Kenapa?" 

Tidak langsung ada jawaban.

Aku menunggu.

Satu menit.

Dua menit.

Kemudian muncul tulisan:

"Capek mikir."

Aku kembali mengetik.

"Mikir apa?"

Lama.

Sangat lama.

Sampai akhirnya jawabannya muncul.

"Kenapa aku harus seperti orang lain?"

Aku membaca kalimat itu berulang kali.

Aku tidak tahu harus menjawab apa.

Karena ternyata, selama ini aku hanya mengenal Naya dari sisi yang ia tunjukkan kepadaku.

Naya yang tertawa.

Naya yang suka bercanda.

Naya yang terkadang membuatku kesal.

Naya yang selalu terlihat seperti tidak punya masalah.

Ternyata aku salah.

Ada sisi lain dari dirinya yang tidak pernah ia tunjukkan.

Sisi yang lelah.

Sisi yang sering menangis sendirian.

Sisi yang ingin pergi ke tempat yang tenang.

Sisi yang ingin memiliki kebebasan.

Sisi yang ingin didengarkan tanpa dianggap berlebihan.

Aku mengetik satu kalimat.

"Cerita saja."

Beberapa detik kemudian, balasannya muncul.

"Dari mana?"

Aku tersenyum kecil.

"Dari awal saja. Dari yang kamu ingat."

Dan sejak saat itu...

cerita panjang itu dimulai.

Bukan tentang bagaimana seorang anak tunggal menjalani hidupnya.

Bukan tentang siapa yang benar dan siapa yang salah.

Tetapi tentang seorang manusia yang terlalu lama berkata,

"Aku tidak apa-apa."

Sampai akhirnya, pada suatu malam...

ia memberanikan diri untuk berkata,

"Aku capek."

Dan untuk pertama kalinya...

ada seseorang yang menjawab,

"Tidak apa-apa. Aku dengarkan."

AKU CUMA INGIN DIDENGARKANقصص لتهوسّ بها. اكتشف الآن