Prolog

8 1 0
                                        

"Apa pekerjaan orang tuamu?" Tante Jiho memecah keheningan. Tatapan tajam beliau tertuju pada hidangan steak di piring. Tangan beliau erat memegang garpu dan pisau. Sekalipun nada kalimatnya dingin, kedua tangannya bergerak anggun memotong daging.

Sekyung menelan ludah. Garpu di tangannya gagal menancap steak. Untuk pertama kalinya, terdengar suara keras garpu mengetuk piring. Tante Jiho, Om Taesoo, dan Junyoung serempak menatap Sekyung. Seolah Sekyung baru saja melakukan dosa besar.

"Eee...," Sekyung menatap Junyoung, "eee... Bapak nggak kerja, Tante."
Tante Jiho meletakkan garpu dan pisau. Beliau menatap pusat mata Sekyung. Satu detik, dua detik, tanpa berkedip.

"Ouch, maksud saya, nggak bisa kerja fulltime dan berat," sambung Sekyung. Ia menunduk setelah meralat jawaban.

"Pekerjaan Ibu?" kejar Tante Jiho.

"Ibu membantu memasak di rumah makan kecil, menerima pesanan makanan, dan melakukan apa pun yang berhubungan dengan memasak." Sekyung masih menunduk.

Beberapa kali Tante Jiho mengangguk. Tangannya meletakkan pisau dan garpu di piring yang masih berisi setengah porsi steak. Beliau mengambil tisu, mengelap ujung mulutnya. Ia menoleh ke arah Junyoung, "Ibu sudah selesai."

"Ibu sudah selesai makan?" Junyoung mengernyit.

"Tidak." Tante Jiho balik menatap Sekyung yang masih menunduk.

Dia sudah selesai menilaiku. Sekyung mengangkat kepala, balas menatap Tante Jiho.

"Ibu sudah selesai dengan semua ini." Tante Jiho berdiri, berjalan menuju ruang lain. Suaminya mengekor dari belakang.

"Tunggu sebentar, ya." Junyoung berdiri, ikut pergi ke ruang lain.

"Iisshh!" Sendirian di ruang makan, Sekyung menancap kencang daging steak dengan garpu. Bunyi garpu mengetuk piring lebih keras dari sebelumnya. Ia menambahkan bunyi gesekan pisau dengan piring saat mengiris daging. Satu potongan daging besar dilahap. Empat suapan berlalu, dan ia masih sendirian. Perutnya kenyang, tapi hatinya bimbang.

***

Jin masuk ke kursi pengemudi. Ia bersandar dan mengembuskan napas. Sebelum memasang sabuk pengaman, ia melakukan peregangan. Tangannya memijat punggung bagian atas beberapa kali.

"Ahh, nanti aku harus ke kamar Jungkook. Dia pasti memilih memijatku semalaman daripada bayar kost sekarang. Haha," gumam Jin.

Saat mengecek smartphone, Jin membuka room chat group "Keluarga tak Direncanakan". Ia tersenyum lebar. Saat layar bergulir semakin ke bawah, senyum Jin kandas. Ia mengetikkan sesuatu, lalu mematikan smartphone.

Setelah memasang sabuk pengaman, Jin menatap lurus ke depan. Beberapa meter di hadapannya ada seorang perempuan sedang berjongkok di samping laki-laki yang sedang berdiri. Perempuan itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Laki-laki itu hanya berdiri, menatap arah lain. Perempuan itu berdiri. Mereka saling berhadapan. Walau Jin tak mendengar apa pun, ia bisa menduga yang terjadi. Mulut bergerak cepat dan saling bersahutan, kepala menggeleng, saling menjaga jarak satu sama lain.

"Cih, pertengkaran sepasang kekasih di malam minggu." Jin menyalakan high beam.

Perempuan itu menoleh, menatap tajam ke arah mobil Jin. Dari kursi pengemudi, Jin menatap mata perempuan itu. Jin tertegun sejenak.

Sorot mata itu... seperti sorot mataku saat... Jin segera menyadarkan diri dan mengganti ke low beam.

Perempuan itu kembali menatap laki-laki di hadapannya. Jin memutuskan segera pergi, meninggalkan pertengkaran sepasang kekasih itu. Mobil berjalan perlahan. Tanpa disadari, kedua mata Jin masih melirik spion, mengamati si perempuan. Bayangan perempuan itu semakin mengecil, dan menghilang dari jarak pandang Jin. Pandangan Jin beralih lurus ke depan, tanpa menoleh ke belakang kembali.

Tanpa tahu, mungkin takdir pertemuan mereka tak secepat bayangan perempuan itu menghilang dari pandangan Jin.

***

*Deskripsi tokoh yang akan hadir dan au cerita Kereta Labu bisa dibaca di x @disinikugi




Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Aug 08 ⏰

¡Añade esta historia a tu Biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Kereta LabuHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora